DPR: Kerjasama KPU-Lemsaneg Banyak Kerugiannya

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.com – Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin menegaskan kerja sama antara Komisi Pemilihan Umum dengan Lembaga Sandi Negara lebih banyak kerugiannya karena bisa mencoreng citra Indonesia di mata internasional.

“Pemilu di Indonesia yang sebelumnya berjalan dengan baik tapi ternyata masuk aparat intelijen dalam pelaksanaannya di Pemilu 2014,” kata TB Hasanuddin di gedung DPR, Jakarta, Selasa (22/10).

Hasanuddin menilai masuknya aparat intelijen itu sangat rawan untuk dipermasalahkan pasca penyelenggaraan pemilu. Karena menurut dia, apapun hasil pemilu mendatang, potensi untuk dipermasalahkan akan sangat besar.

“Lemsaneg seperti di negara lain merupakan aparat intelijen. Di Australia disebut Australia Security Internal Organization, di Singapura yaitu Internal Security Department,” ujarnya.

Dia menyebutkan seluruh fraksi di Komisi I tidak setuju Lemsaneg masuk dalam penyelenggaraan pemilu. Alasan untuk menjaga data menurut dia bisa dilakukan lembaga lain dengan alat yang lebih canggih.

Hasanuddin menegaskan Komisi I DPR sudah bertemu dengan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan Panglima TNI Jenderal Moeldoko, hasilnya sepakat bahwa Lemsaneg harus pasif dalam kerja sama itu.

“Mereka setuju Lemsaneg pasif, tidak perlu menyodorkan kerja sama dan apabila KPU mengajak, silahkan melayani sebisanya,” katanya.

Hasanuddin mengatakan Komisi I dan Komisi II DPR akan melakukan rapat gabungan namun waktunya belum ditentukan.

Sebelumnya, KPU dan Lemsaneg menandatangai nota kesepahaman pada 24 September lalu. Kesepahaman itu menyatakan Lemsaneg akan membantu KPU dalam hal sumber daya manusia dan proteksi data KPU.

KPU meminta bantuan Lemsaneg untuk menjaga penyampaian hasil pemungutan suata Pemilu 2014. Hal itu dilakukan selain dengan pengamanan sistem informasi dan teknologi milik KPU, Lemsaneg juga menerjunkan anggotanya di beberapa daerah.

Namun perincian kerja sama itu belum dibuat terutama data pemilu di wilayah dan di tingkat mana saja yang akan diamankan Lemsaneg.(GWH/ANT)

Berita Terkait

BAGIKAN