PKB: Kerjasama KPU – Lemsaneg Tidak Tepat

Foto: istimewa

Jakarta, Sayangi.com – Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Malik Haramain mengatakan, partainya mempersoalkan rencana kerjasama antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) untuk penyelenggaraan Pemilu.

“Kerjasama itu tidak tepat. Makanya PKB mempersoalkan,” katanya Malik kepada Sayangi.com, Selasa (22/10).

Menurut Malik, kerjasama KPU dan Lemsaneg justru berpotensi menutup akses publik dalam melihat dinamika perolehan suara partai politik. Bagi Malik, yang perlu diawasi dari pesta demokrasi nasional lima tahunan tersebut bukan hanya hasil akhir perolehan suara, tapi proses input suara ke masing-masing partai. Potensi tertutupnya akses, terutama bagi partai, tambah Malik, akan melanggar prinsip Pemilu yaitu transparansi.

“Di Samping itu, untuk apa melibatkan Lemsaneg?! bila KPU telah memiliki sistem IT sendiri yang bisa dimaksimalkan untuk mengamankan perolehan suara,” kata Malik yang juga anggota Komisi II DPR RI ini.

Ditambahkan Malik, keberadaan Lemsaneg dalam Pemilu tidak kompatibel dengan kompetensinya. Lemsaneg lebih cocok untuk urusan persandian yang memang Tupoksinya.

“Lebih baik KPU memaksimalkan fungsi IT nya ketimbang melibatkan lembaga lain yg bukan tugasnya,” pungkasnya.

Menurut Malik, alasan lain adalah Lemsaneg merupakan lembaga yang berada di bawah kendali Presiden. Kekhawatiran tidak netralnya lembaga ini sangatlah beralasan.(GWH)

Berita Terkait

BAGIKAN