Mulyana: Survei LSI Tak Perlu Dipolitisir

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Hasil survie Lingkaran Survei Indonesia (LSI) tak perlu ditanggapi secara politik. Sebab, setiap survei opini publik atau Opinion Poll memiliki potensi ketidakakuratan (potential for inaccuracy) yang biasanya tercermin dalam tingkat margin of error.

Hal tersebut dikatakan Direktur Eksekutif Seven Strategic Studies, Mulyana W Kusumah kepada Sayangi.com, Selasa (22/10). Menurut Mulyana, selain potensi ketidakakuratan, potensi non-response bias juga bisa terjadi. Maksudnya, bias dalam pemilihan sample yang tidak sesuai dengan karakteristik sample yang seharusnya pada polling elektabilitas capres.

“Atau terdapat response bias yang direkayasa oleh pelaksana survei,” cetus Mulyana yang juga Mantan anggota Komisioner KPU pusat ini.

Ditambahkannya, masih ada potensi bias lainnya seperti konstruksi pertanyaan terarah atau coverage bias yaitu sample tidak mewakili populasi sebagai konsekuensi metodologi yang digunakan dapat terjadi pada survei opini publik mana pun.

Seharusnya berbagai potensi ketidakakuratan dan bias bisa dikoreksi secara terbuka dengan kaidah-kaidah akademik atau dikritisi dengan ‘survei tandingan’, bukan dengan ditanggapi secara politik, apalagi dikecam berdasarkan keberpihakan politik tertentu.

Semaraknya publikasi hasil polling berbagai lembaga survei pada satu sisi bernilai positif bagi pembentukan sikap politik kritis publik, dan pada sisi lain merupakan gambaran situasi kontestasi yang kian hangat menjelang pileg dan pilpres 2014.

“Dengan demikian, hasil polling elektabilitas oleh lembaga survei mana pun tidak perlu ditanggapi berlebihan secara politik. Oleh karena secara langsung atau tidak langsung memberikan kontribusi bagi tumbuhnya rasionalitas politik dalam kehidupan demokrasi,” tutupnya. (GWH)