Ahok: Banyak Taman di Jakarta Jadi Sarang Pelacur

Foto: sayangi.com/Chapunk

Jakarta, Sayangi.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), menegaskan bahwa setiap proyek pertamanan di Jakarta harus jelas, baik yang dikelola swasta maupun yang diurus Pemprov DKI.

“Banyak taman di Jakarta tidak terawat dan berubah fungsi menjadi pangkalan pedagang kaki lima (PKL), bangunan liar, bahkan sarang pelacur,” kata Ahok kepada wartawan di Balaikota DKI, Selasa (22/10).

Bahkan Ahok berjanji, Pemprov DKI akan membeli tanah untuk penambahan taman demi menambah penghijauan dan resapan air di Ibu Kota. Lokasinya diutamakan pada kawasan yang minim ruang terbuka hijau (RTH). Tiap titik lahan diprioritaskan luasnya di atas satu hektar.

“Saya sudah bilang, pertamanan milik swasta yang tidak terurus, akan diambil alih Pemprov DKI. Banyak taman yang dikelola yayasan maupun pengembang harus benar dan serius mengurusnya, jangan cuma ngambil keuntungannya saja,” tegas Ahok.

Selain itu, lanjut Ahok, pembangunan dan perawatan taman juga harus dipajang papan pemberitahuan. Biar jelas siapa yang harus bertanggung jawab dan dihubungi masyarakat.

“Di taman itu harus jelas, dibikin relief bertuliskan taman ini dibangun siapa, dan dirawat siapa. Jadi masyarakat biar tahu, ini taman milik siapa?,” ujar Ahok.

Diketahui, taman yang tidak terawat dan berubah fungsi di Jakarta, di antaranya adalah; Di Jakarta Barat, yakni Taman Komplek BDN Pesing, Taman Kamal Cengkareng, Taman Wijaya Kusuma, Taman Glodok. Jakarta Utara, yaitu meliputi Taman Volker, Taman Permai Tanjung Priok, Taman Rawa Badak Koja. Untuk di Jakarta Pusat, yaitu Taman Sumenep Menteng, dan Taman Rusun Kemayoran. (GWH)

Berita Terkait

BAGIKAN