Sefti: Kalo Gak Cinta, Ya Gak Datang

Foto: istimewa

Jakarta, Sayangi.com – Istri terdakwa kasus dugaan suap dan pencucian uang pengaturan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian, Sefti Sanustik, berharap agar majelis hakim pengadilan tipikor memberi keputusan yang seadil-adilnya untuk sang suami, Ahmad Fathanah.

“Ya keluarga cuman berdoa, agar bapak (Fathanah) mendapatkan keputusan yang seadil-adilnya,” ujar Sefti saat hendak menjenguk Fathanah di Rutan C1 KPK, Jakarta, Selasa (22/10).

Walaupun lamanya 17 Tahun masa tahanan untuk sang suami, Sefti Sanustika, tidak akan menjadi penghalang untuk tetap mencintanya.

“Masih cinta kok, kalo ‘gak cinta ya gak datang donk hari ini,” tandas ibu satu anak itu.

Sebelumnya, dalam persidangan pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, JPU KPK menuntut kolega mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq dengan dua delik pidana yakni, pasal suap dan tindak pidana pencucian uang.

Dalam dakwaan kasus tindak pidana suap, JPU menuntut Fathanah untuk dihukum penjara 7 tahun 6 bulan dan denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Sementara untuk TPPU, JPU menuntut Fathanah dihukum 10 tahun penjara dan denda Rp1 miliar dengan subsider satu tahun kurungan.

“Karena terdakwa terbukti melanggara Pasal 12 huruf a UU Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP,” ujar Jaksa Rini saat membacakan dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (21/10).

Sedangkan dalam TPPU, JPU menilai Fatnahah melanggar Pasal 3 atau Pasal 5 UU TPPU jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Dalam pertimbangannya, JPU juga memberikan hal-hal yang memberatkan. Dimana Fathanah tidak mendukung negara untuk memberantas praktik tipikor.

“Dan akibat perbuataan terdakwa merusak perekonomian perternak lokal dan terdakwa telah melakukan beberapa kejahatan dan pernah dihukum dalam perkara penipuan pada tahun 2005 dan traficking di Australia pada tahun 2008,” tandas Rini.(GWH)

Berita Terkait

BAGIKAN