Usai Gempa Aceh, Terkabar Sungai Kering, Warga Mengungsi

Foto: Istimewa

Banda Aceh, Sayangi.com – Seusai gempa yang melanda Aceh 5,6 SR di barat daya Kabupaten Aceh Besar, beredar kabar di tengah-tengah masyarakat, bahwa sungai yang kedalamannya mencapai 10 Km di desa Neubok Badeuk, Kecamatan Tangse, kabupaten Pidie menjadi kering.

Kejadian ini banyak membuat warga panik dan berlarian mencari tempat dataran yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan karena ada informasi pada masyarakat, bahwa keringnya air sungai di desa tersebut akibat ada longsor gunung yang menutupi arus sungai. Masyarakat takut terjadi banjir, oleh karena itu mereka berhamburan mencari dataran tinggi.

Kariadi, warga desa Pulo Sunong, Kecamatan Tangse yang tidak jauh dari desa Neubok Badeuk membantah isu tersebut. Menurut penjelasannya, benar memang paska gempa masyarakat diterpa isu tersebut. Akan tetapi setelah dicek kembali ke lokasi, sungai di Neubok Badeuk tersebut seperti biasa.

“Tidak benar itu, ada salah informasi yang disampaikan pertama, jadi warga diminta tidak perlu panik, karena informasi yang berkembang itu sama sekali tidak benar,” kata Kariadi pada sayangi.com via telephon, Senin (22/10/2013). Kariadi yang berprosesi sebagai guru olah raga di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Tangse langsung tejun ke desa Neubok Badeuk paska mendengan informasi tersebut.

Kendati demikian, ia tidak menampik sejumlah warga panik dengan mendapatkan kabar itu. banyak warga saat ini masih bertahan di lokasi yang lebih tinggi. “Warga sekarang mengungsi, ada yang ke Masjid dan ada juga ke lokasi yang lebih tinggi,” imbuhnya.

Akan tetapi saat ini situasi sudah normal kembali. Sebagian warga yang mengungsi ada yang sudah kembali ke rumah masing-masing. “Warga sudah kembali ke rumah, ada yang sedang membersihkan serpihan retak rumah dan ada yang mencoba memperbaiki rumah yang rusak ringan,” tutuenya.

Selain itu, ia juga membenarkan ada sejumlah rumah yang rusak parah akibat gempa tersebut. Bahkan, katanya, ada puluhan rumah rusak parah yang tidak memungkin lagi untuk dihuni. “Banyak rumah warga yang rusak, sedang sampai saat ini belum ada kabar ada korban jiwa,” tutupnya. (VAL)

Berita Terkait

BAGIKAN