Wakil Bupati Lebak : Serahkan Saja ke KPK

Foto : Antara

Jakarta, Sayangi.com – Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah menjalani pemeriksaan kurang sekitar sembilan jam di Komisi Pemberantasan Korupsi terkait penyidikan kasus dugaan suap pengurusan sengketa pemilihan kepala daerah Lebak, Banten.

Amir yang merupakan calon bupati Lebak 2013 itu menjadi saksi atas Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, adik Gubernur Banten Ratu Atut yang menjadi tersangka pemberi suap pengurusan sengketa pilkada Lebak.

Dia tidak banyak berkomentar usai diperiksa penyidik KPK. Namun ia mengaku dicecar pertanyaan terkait pertemuannya dengan Wawan.

“Iya, kita serahkan saja kepada KPK,” katanya saat keluar dari Gedung KPK, Selasa (22/10) malam.

Amir lagi-lagi tidak menjawab pertanyaan terkait pertemuan antara Wawan, Ratu Atut Chosiyah dan Ketua Mahkamah Konstitusi non-aktif Akil Mochtar.

¬†“Kita serahkan semuanya ke KPK. Silakan tanya pada KPK,” ujarnya lagi.

Amir pun bungkam saat dikonfirmasi terkait uang Rp1 miliar yang disita KPK sebagai barang bukti suap dari Wawan untuk Akil Mochtar melalui seorang advokat Susi Tur Andayani.

“Sebentar ya,” katanya, lalu bergegas masuk ke dalam mobilnya.

Wawan yang menjadi tim sukses pasangan calon bupati dan wakil bupati Lebak Banten, Amir Hamzah-Kasmin bin Saelan, diduga berkepentingan agar calon yang diusung partai Golar itu memenangkan pilkada di Lebak.  Pasangan Amir Hamzah-Kasmin diketahui mengajukan gugatan ke MK karena keberatan dengan hasil penghitungan suara oleh KPU setempat yang memenangkan pasangan nomor urut 3, Iti Octavia Jayabaya dan Ade Sumardi.

Panel hakim konstitusi yang dipimpin Akil Mochtar pada 1 Oktober 2013 memutuskan untuk mengabulkan permohonan Amir Hamzah-Kasmin sebagian yaitu memerintahkan kepada Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lebak untuk melaksanakan Pemungutan Suara Ulang di seluruh TPS di Kabupaten Lebak.

Wawan diduga memberi suap uang senilai Rp1 miliar dalam bentuk lembaran 100 ribu dan 50 ribu dalam tas travel biru kepada Susi lewat seseorang dengan inisial F di Apartemen Aston Jakarta. Susi kemudian membawa uang tersebut ke kediaman orang tuanya di Tebet, Jakarta untuk nantinya diserahkan kepada Akil Mochtar.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan tiga tersangka, yakni Ketua Mahkamah Konstitusi non-aktif Akil Mochtar, pengusaha Tubagus Chaeri Wardana yang juga suami dari Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany serta pengacara, Susi Tur Andayani.

Amir dan pasangannya Kasim dicegah KPK bepergian ke luar negeri sejak 7 Oktober 2013 sementara Ratu Atut telah dicegah KPK pada Kamis (3/10) (MD/Ant)