Masjid Mecca, “Tanah Mekka” di Kawasan Sungai Musi Hyderabad

Foto: Newswala

Sayangi.com – Masjid Mecca adalah Masjid yang berdiri megah ditengah-tengah keramian pasar di jantung kota Hyderabad. Nama “Mecca” diambil dari isi konsep pembangunan masjid yang merunut pada keindahan Masjid di kota Mekkah, Saudi Arabia. Letaknya begitu strategis, ibaratnya, hanya selemparan batu dari landmark terkenal kota Hyderabad, Charminar.

Sedangkan Hyderabad dikenal sebagai tanah dinasti Deccan yang letaknya di kawasan dataran tinggi Deccan. Dunia mengenalnya sebagai salah satu kota terbesar ke-5 di negara India bagian Andra Pradesh. Menurut letaknya, kota ini berada di kawasan Sungai yang namanya sama dengan nama sungai yang ada di Sumatera Selatan yakni Sungai Musi (belum diketahui pasti apa ada hubungannya dengan Sungai Musi yang bermuara di Palembang). Hanya dibeberapa mil dari tanah Dinasti Golconda.

Pendirinya adalah kaisar Muhammad Quli Qut’b Shah, salah satu penguasa terbesar Golconda di abad ke 16. Kota ini ternyata tak ada kembarannya, yakni Secunderabad, yang juga meramaikan kehidupan di tanah Andra Pradesh ini.

Kota yang juga pernah menjadi salah satu tanah perluasan kekuasaan Mughal, Raja Aurangzeb ini memiliki sejarah dan budaya kuno yang fasih menampilkan tapak tilas dari kerajaan Islam terdahulu. Mayoritas pemandangan bernuansa muslim sangat terasa di seluruh bagian kota. Di antara peninggalan besar dari penguasa Golconda di kota ini, Charminar adalah yang paling terkenal. Kehadirannya dikenal beratus-ratus tahun yang lalu sebagai landmark kota, sekaligus pula tempat peribadatan.

Menurut sejarah, masjid ini dibangun oleh Raja Muhammed Qulli Qutub Shah di tahun 1617. Proses pembangunannya diawasi oleh dua orang kepercayaannya, Faizullah Mir Baigh dan Rangiah Chaudary. Lalu saat kekuasaan Golconda berakhir dan digantikan oleh Dinasti Mughal, Raja Aurangzeb, ia pun meneruskan bangunan mulia tersebut di tahun 1694. Penyempurnaan masjid hingga dapat terlihat seperti sekarang ini membutuhkan waktu 77 tahun.

Dalam satu kisah, Muhammed Qulli Qutub Shah membawa batu dari Mekkah, yang diniatkan khusus untuk mencapai pembangunan salah satu masjid terbesar di dunia itu. Bersebab itu pula namanya menjulang tinggi dari kesucian kota Mekkah.

Bangunan ini berdiri dengan tinggi mencapai 75 meter persegi, dengan luas sekitar 180m x 220m. Diperkirakan ruangan masjid ini dapat menampung tak kurang dari 10000 jemaah. Belum lagi menara-menara yang terdapat di setiap sisinya, kubahnya nampak anggun dan bersahaja dengan aksen gaya bangunan kunonya. Sayang, selain muslim, pengunjung hanya bisa menikmati keindahan arsitekturnya dari luar pagar saja. Bagi anda yang dipersilahkan pun, harus menjaga penampilan. Bagi perempuan, aurat harus ditutup rapi, memakai penutup kepala alias jilbab dan bagi laki-laki cukup berpakaian sopan dan celana panjang.

Untuk mencari peruntungan gambar eksklusif masjid ini, anda dapat menemukannya lewat beberapa toko bertingkat yang bercokol di sekitarnya, tentu saja dengan aktifitas jual beli terlebih dahulu. Kawasan kota tua ini tak henti-hentinya menuai keramaian setiap harinya. Pasalnya, masjid ini selain menjadi pemandangan yang dicari wisatawan, juga menjadi fasilitas ibadah bagi umat Islam. Tak hanya penduduk lokal, siapapun dari dunia belahan manapun, asalkan dia seorang muslim, masjid ini menerima dengan terbuka.

Selain keindahan ini, Hyderabad masih banyak menyimpan seni sejarah kuno lainnya, seperti Falaknuma Palace yang terkenal sebagai Mirror in The Sky, Golconda Fort yang kokoh, dan komplek persemayaman raja-raja di Qut’b Shahi Tomb. (VAL)