Media Jerman: Obama Tahu Penyadapan Ponsel Merkel

Foto: Antara

Jerman, Sayangi.com – Media Jerman mengklaim bahwa Presiden Obama mengetahui ponsel Kanselir Angela Merkel disadap.

Laporan di media Jerman menyebutkan Obama diberitahu pada tahun 2010 tentang penyadapan itu namun tidak berhasil menghentikannya.

Der Spiegel menyebutkan Amerika Serikat memata-matai Kanselir Jerman itu sejak tahun 2002.

Sengketa mata-mata ini menyebabkan krisis diplomatik terburuk antara kedua negara.

Dokumen yang dibocorkan menyebutkan Amerika Serikat memasang alat penyadap di kedutaan besar negara itu di Berlin.

Operasi yang sama juga dilakukan di 80 lokasi lain di seluruh dunia.

Menteri dalam negeri Jerman mengatakan seperti dikutip media lokal bahwa operasi seperti itu – bila benar terjadi- merupakan tindakan ilegal.

Hari Jumat lalu, Jerman dan Prancis mengatakan mereka ingin Amerika Serikat menandatangani perjanjian tidak boleh memata-matai pada akhir tahun ini.

Selain menyadap ponsel Merkel, badan keamanan nasional Amerika, NSA, diklaim memonitor jutaan telepon yang dilakukan warga Jerman dan Prancis.

Der Spiegel mengklaim telah melihat dokumen rahasia dari NSA yang menunjukkan ponsel Merkel disadap dari tahun 2002, tiga tahun sebelum dia menjadi kanselir.

Bentuk penyadapan Merkel tidak jelas dari dokumen rahasia itu, kata Der Spiegel.

Kemungkinannya adalah percakapan Merkel direkam atau nomor kontaknya diambil.

Merkel mengontak Obama saat pertama kali mendengar tuduhan mata-mata itu Rabu lalu.

Presiden Obama meminta maaf kepada Merkel dan menyatakan ia tidak mengetahui apapun tentang dugaan penyadapan telepon itu dan akan menghentikannya bila tahu, lapor Der Spiegel.

Namun surat kabar Bild mengutip sumber intelijen Amerika yang mengatakan kepala NSA Keith Alexander secara pribadi memberitahukan presiden tentang operasi dengan sasaran Merkel pada tahun 2010.

“Obama tidak menghentikan operasi itu namun membiarkan berlanjut,” kata surat kabar itu mengutip pejabat senior NSA.

Nomor kontak Merkel masih dalam daftar penyadapan tahun 2013. (BBC Indonesia)