Menteri ‘SS’ Dituding Jadi Mafia Semen

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.com – Ketua Harian Federasi Serikat Perkerja BUMN (FSP BUMN) Bersatu, Prakoso Wibowo menyebutkan adanya mafia semen yang melibatkan salah seorang menteri di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II. Menteri tersebut disebutnya berinisial ‘SS’. SS menurutnya mendapatkan Rp 2.000 per sak semen.

“Dibagi-bagi dengan oknum Direksi Semen Gresik,” kata Prakoso, Senin (28/10).

PT Semen Gresik merupakan perusahaan terbesar penghasil semen nasional. Setiap tahunnya, PT SEmen Gresik memproduksi hampir 9 juta ton semen. Sebanyak 4,5 juta ton dijual dalam bentuk kemasan atau sak, sedangkan 4,5 juta ton lainnya dijual secara curah.

Dengan produksi yang begitu tinggi itu, Prakoso menduga, mafia semen akan mendapatkan jatah Rp 180 miliar setiap tahun. Jumlah itu bila setiap 1 ton semen dikemas dalam sak yang akan menghasilkan 20 sak. Bila 20 sak dikalikan Rp 2.000 maka setiap satu ton semen jatah yang diterima sebesar Rp 40 ribu, jika dikalikan Rp 4,5 juta ton maka akan menghasilkan Rp 180 miliar yang dibagi bagi kepada SS dan oknum direksi Semen Gresik.

“Dari informasi yang ada bahwa ada dugaan uang jatah untuk mafia semen disimpan di rekening di sebuah bank di Singapura yaitu Bank Standard Charter atas nama seorang istri perwira polisi,” pungkasnya.

Atas dasar itulah, Prakoso kemudian meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menulusuri adanya mafia jatah semen yang merugikan PT Semen Gresik tersebut. Begitu juga dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit.

“Rencananya FSP BUMN Bersatu melalui ketua hariannya akan menginvestigasi dan akan melaporkan kepada KPK, Meneg BUMN juga Presiden SBY, atas jaringan mafia semen yang melibatkan seorang menteri berinisial SS dan oknum direksi Semen Gresik,” katanya.

Berita Terkait

BAGIKAN