KHL DKI 2014 Rp 2,299 Juta

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Sidang penetapan angka KHL 2014 yang berlangsung akhir pekan lalu menghasilkan penetapan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) buruh 2014 sebesar Rp 2.299.860,33.
 
Demikian diungkapkan oleh Anggota Dewan Pengupahan DKI Jakarta, Sarman Simanjorang, saat dihubungi Sayangi.com. Dia mengatakan bahwa Dewan Pengupahan DKI Jakarta sepakat menetapkan kebutuhan hidup layak untuk buruh sebesar Rp 2.229.860,33.
 
“Buruh menutut biaya sewa kamar senilai Rp 800-900 ribu per bulan dalam KHL. Namun, hasil survei yang dilakukan pengusaha sebesar Rp 570 ribu per bulan,” kata Sarman Simanjorang kepada Sayangi.com saat dihubungi lewat selluler, Senin (28/10).
 
Sarman menjelaskan, Dewan Pengupahan DKI Jakarta merumuskan penetapan KHL seperti yang disepakati oleh Wakil Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait penghitungan angka hasil survei selama tahun 2013 dengan angka regresi dan proyeksi tahun berikutnya.
 
“Namun serikat pekerja menolak besaran angka tersebut. Buruh minta angka KHL diambil dari angka proyeksi bulan Desember 2014 sebesar 2.767.000. Unsur pengusaha dan pemerintah menyetujui angka KHL sebesar Rp 2.299.860,” jelas Sarman.
 
Sarman menegaskan, usulan serikat pekerja tidak memiliki dasar yang kuat dan tanpa aturan. Terlebih, ketetapan telah disetujui 2 unsur sehingga keputusan tetap diambil. Sidang pengupahan mengambil jalan tengah dengan menjumlahkan angka usulan sewa kamar dari serikat pekerja, pengusaha dan pemerintah.
 
“Serikat pekerja mengusulkan sebesar Rp 800 ribu, pemerintah sebesar Rp 650 dan pengusaha sebesar Rp 570 ribu, lalu dibagi tiga. Maka biaya sewa kamar menjadi Rp 671 per bulan,” tutur Sarman. (GWH)

Berita Terkait

BAGIKAN