Dahlan Soal Suap Diebold: Yang ke Eropa Bukan Direktur

Foto: Sayangi.com/Opak

Jakarta, Sayangi.com – Bukannya menyelidiki hingga tuntas kemungkinan terlibatnya para petinggi bank pelat merah di negeri ini, dalam kasus suap oleh perusahaan penyedia mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri) Diebold Inc, Dahlan Iskan malah langsung membantah habis dugaan suap tersebut.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan bilang, yang disebut-sebut sebagai suap itu sebenarnya merupakan fasilitas bagi karyawan BUMN yang diberikan oleh Diebold. Penyediaan fasilitas itu, kata Dahlan, disediakan bagi karyawan BUMN yang ingin mengikuti “pelatihan” di Eropa, bukannya jalan-jalan seperti dilansir di media. Masih kata Dahlan, yang memanfaatkan fasilitas itu pun karyawan sekelas eselon, bukan setingkat Direktur.

Padahal diberitakan sebelumnya, salah satu pemegang otoritas keuangan Amerika Serikat, Securities and Exchange Commision (SEC) beberapa waktu lalu mengumumkan, perusahaan penyedia ATM terbesar asal Amerika Serikat Diebold Inc dinyatakan telah melanggar Undang-Undang Anti Korupsi di Amerika Serikat, lantaran menyuap sejumlah orang di luar negeri – khususnya di Cina, Rusia, dan Indonesia. Suap dilakukan agar perusahaan penyedia mesin ATM dan sistem keamanan itu memenangkan tender pengadaan mesin ATM.

Khusus di Indonesia, penyelidikan SEC menunjukkan, perusahaan itu menyuap petinggi tiga bank BUMN melalui Diebold Indonesia dalam kurun waktu 2005-2010. Suap tersebut disebut-sebut dalam bentuk fasilitas jalan-jalan ke Eropa dan hiburan lainnya. Menurut catatan SEC, hanya dengan uang suap senilai sekitar Rp Rp 1,6 miliar, Diebold Indonesia berhasil meraup pendapatan 16 juta dollar AS atau sekitar Rp 176 miliar sepanjang 2005-2010. (MSR)

Berita Terkait

BAGIKAN