Restoran Chu Sum, Otentiknya Hidangan Tibet dan China di India

Foto: evdecleyre.wordpress.com

India, Sayangi.com – Menurut letak geografis dan wilayahnya, kuliner India dapat didefinisikan sebagai anak cita rasa Asia. Chu Sum ialah Restoran yang terletak di wilayah Dharamsala, negara India bagian Himachal Pradesh. Tepatnya dikawasan para pelancong, di McLeod-Ganj. Meskipun menurut letaknya di wilayah India, Restoran ini adalah Restoran dengan menu khusus cita rasa Tibetan. Pasalnya, daerah Dharamsala merupakan basis pengungsian para Tibetan di tanah Ghandi ini.

CHUSUM sendiri mempunyai arti sebagai 3 wilayah di negara Tibet, meliputi Amdo yang terkenal sebagai kota kelahiran Dalai Lama, kemudian Lhasa dan Kham. Pemilik dari restoran ini merupakan salah satu cheff professionally trained di Tibet, bernama Dorjee Ringchen, pria yang lebih terkesan sebagai pemuda ganteng tersebut memulai bisnisnya bersama Takso, yang tak lain adalah istrinya.

Restoran ini dibuka pertama kali pada April 2008, meski baru seumur jagung umurnya, tapi restoran ini mengalami perluasannya secara signifikan, beberapa cabang dari restoran ini juga dibuka dibeberapa wilayah lainnya. Tak jauh dari lokasi jalan utama di McLeod-Ganj, di Jogiwara Road, ia juga telah membuka cabang di bilangan jalan Bagsunag, restoran bernama Himalayan Chusum itu ditangani khusus oleh muridnya Tenzin Bum.

Perjuangan demi mendirikan restoran ini tidaklah mudah, butuh banyak rentan waktu, ayah sang cheff meninggal kala usianya 6 tahun, berkat keahlian ibu dan kedua kakaknya ia mulai belajar tentang masakan dan tips cara memperlakukan para customer dengan istimewa (manners). Kemudian ia datang ke India ketika ia berumur genap 23 tahun, tepatnya di tahun 2003, setelah sebelumnya ia tinggal di Amdo bersama keluarganya. Karena cita rasanya yang lezat beberapa pemuka Dharamsala konon sering memakai jasa kateringnya.

Sama sekali tak ada menu hidangan India di restoran ini, karena ayah dari dua orang puteri ini memang khusus mendirikan restoran ini sebagai basis khusus cita rasa Authentic Tibetan dan Chinese food, hingga kini ia telah menguasai 57 jenis masakan dari berbagai wilayah di Tibet, khususnya berbagai cita rasa unik daerah Amdo. Termasuk di dalamnya yang paling terkenal adalah HOGO atau sering disebut juga Hot Pot, atau lebih dikenal dengan Shabu-shabu, tetapi Hogo merupakan shabu-shabu ala Tibet bila dimiripkan, dan menu inilah yang menjadi favorit para pengunjung di restorannya, selain dari Momos, dan Thukpa (sejenis kwetiau lempeng dan pipih yang dimasak bersama sayuran lainnya).

Semua bahan makanan dan bumbu segar biasanya di import dari Lhasa. Sedang Hogo sendiri terdiri dari dua macam, Meat Hogo dan Vegetables Hogo, daging segar konon sengaja disuplay dari daerah dataran tinggi Manali yang banyak memproduksi jenis daging mamalia, ayam, sapi, kerbau, babi hingga daging Yak pun tersedia. Dan semua kualitas daging yang dibelinya mendapat kredibilitas tinggi sebagai daging yang memenuhi syarat untuk dikonsumsi.

Mendirikan kursus gratis untuk para pengangguran di wilayah Tibet adalah mimpinya untuk membantu program pengembangan budaya Tibet di kawasan ini. Mengajar beberapa kelas kursus masak khusus untuk para wisatawan juga tengah menjadi salah satu kesibukannya.

Restoran ini buka setiap harinya dari pukul delapan pagi hingga pukul sebelas malam, khusus pukul delapan hingga sebelas siang Restoran ini hanya menyediakan menu hidangan sarapan pagi, sedangkan menu spesial HOGO tersedia mulai jam makan siang hingga malam. Menu makanan mulai dari harga 100 INR, sedangkan minuman mulai dari harga 30 INR. (FIT)

Berita Terkait

BAGIKAN