Tagih Janji Ahok, Buruh Ancam Demo & Bermalam di Balai Kota

Foto: sayangi.com/Opak

Jakarta, Sayangi.com – Anggota Dewan Pengupahan DKI Jakarta Dedi Hartono mendesak janji Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok semasa kampanye untuk menaikkan upah buruh.

“Ahok berjanji jumlah item KHL bukan 60 melainkan 100 item untuk lajang dan 120 item untuk yang sudah berkeluarga,” ujar Dedi dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (28/10/2013).

Dia menambahkan Ahok harus konsisten dengan janjinya tersebut dan jangan bernuansa politik.

“Kami meminta Ahok untuk merealisasikan gaji buruh DKI Jakarta Rp3,7 juta.” Dia juga menambahkan jika Ahok tidak konsisten akan janjinya, maka buruh akan melakukan aksi demo di balai kota bahkan hingga menginap di halamannya.

Sementara itu Thomas Aquino dari elemen buruh SBSI 1982 mengatakan apa yang dilontarkan Apindo mengenai muatan politis dalam demo buruh adalah tidak benar.

“Kami demo karena upah rendah.” Buruh juga menolak penetapan KHL DKI Jakarta, karena hanya sepihak antara pemerintah dan Apindo.

KHL DKI 2014 ditetapkan hanya sebesar Rp 2.299.860. Menurut Thomas, hasil KHL yang disetujui pemerintah dan Apindo adalah ilegal. Sebab, semua anggota Dewan Pengupahan DKI dari unsur buruh walkout dari pertemuan dewan pengupahan dan tidak dihadiri oleh unsur akademisi.

“Perhitungan tersebut mengunakan rata-rata KHL 2013, seharusnya menggunakan metode regresi KHL sampai dengan Desember 2014,” kata Thomas.

Berdasarkan hasil perhitungan buruh dengan metode regresi, maka didapat angka Rp. 2.767.320.