Don Juan Pond, Sejumput Garam dari Planet Mars

Foto: walthamler.smugmug.com

Antartika, Sayangi.com – Jika di Laut Mati, wisatawan dapat mengapung di permukaan airnya, bagaimana dengan danau yang satu ini? Disinyalir kadar garam yang terkandung didalamnya 18x lebih asin dari air laut biasa, dan 8x lipat lebih asin dari Laut Mati di Yordania.

Adalah Danau Don Juan, dunia mendaulatnya sebagai danau terasin di dunia. Beberapa penelitian yang dilakukan Brown University bahkan mengungkapkan corak gelap yang terjadi akibat bersatunya garam dan uap air di udara, danau tersebut memiliki kesamaan dengan yang Planet Mars miliki.

“Jadi, apa yang kami temukan di Antartika mungkin menjadi kunci bagaimana danau bekerja di Mars masa lalu dan bagaimana kelembaban mengalir di permukaannya hari ini,” kata James Head, co-author dalam publikasi penelitiannya.

Ia juga menegaskan bahwa Don Juan dan basin di Mars punya kesamaan. Sama-sama danau tertutup. Sejauh ini, telah ratusan basin tertutup yang ditemukan di planet merah itu.

Danau Don Juan terletak di Antartika, tepatnya dikawasan McMurdo Dry Valley, sekitar 9 km dari Danau Vanda, salah satu danau terkenal di Antartika. Bukannya tak mungkin, meski terbilang petualangan yang agak berat, namun keindahan alam serta lansekapnya seakan menjamin lelah yang tergantikan, takjub.

Tak hanya danaunya yang mengundang teka-teki para peneliti kelas dunia. Bagaimana danau tersebut mendapatkan cukup garam agar tetap basah ditengah-tengah benua sebeku Antartika pun mengundang para wisatawan untuk melihat fenomena alam yang satu itu. Keindahan lembah-lembah yang mengelilinginya pun sungguh membuat takjub mata.

Danau terasin di dunia yang satu ini konon ditemukan oleh Letnan Don Roe dan Letnan John Hickey pada tahun 1961. Saat itu, keduanya melakukan penelitian di Antartika. Suhu di danau itu diketahui sangat rendah, yaitu minus 30 derajat Celcius.

Dalam penelitian lainnya, para Geolog pun menemukan bahwa garam dan air di Danau Don Juan berasal dari deposit kalsium klorida di sekitar danau. Garam “mengisap” air di udara saat kelembaban meningkat. Garam beserta air lalu mengalir ke danau. Air danau juga kadang berasal dari salju yang meleleh membawa garam. (FIT)