Akhirnya, Ribuan Buruh di Kantor Jokowi Bubar

Foto: sayangi.com/Chapunk

Jakarta, Sayangi.com – Ribuan buruh yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota DKI, Jakarta Pusat sejak Jumat siang, akhirnya bersedia membubarkan diri.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada pukul 18.45 WIB, secara berangsur-angsur, massa buruh berbalik badan dan berjalan meninggalkan Kantor Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tersebut, setelah mendapat komando dari koordinator aksi.

“Ayo teman-teman, sekarang kita berkumpul lagi untuk kemudian kita atur barisan lagi memperjuangkan semua hak-hak kita!” kata koordinator aksi buruh, Muhammad Toha di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (1/11/2013).

Setelah mendengar komando tersebut, bersama-sama, para buruh berjalan meninggalkan lokasi unjuk rasa dengan menggunakan sepeda motor dan bis.

Menurut Toha pihaknya memutuskan untuk membubarkan diri karena tidak ingin membuat keributan atau kericuhan, baik dengan aparat maupun sesama buruh.

“Selain itu, kami juga mundur karena kami ingin mengatur strategi yang lebih baik lagi supaya kami bisa memperjuangkan dan memenangkan tuntutan kami pada akhirnya,” ujar Toha.

Meskipun demikian, sambung Toha, buruh tetap mengancam akan kembali melakukan aksi unjuk rasa sampai Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI bersedia mengubah keputusannya terkait Upah Minimum Provinsi (UMP) yang telah ditetapkan.

Aksi demontrasi buruh di depan Balai Kota DKI sudah dimulai sejak pukul 11.00 WIB. Ribuan massa buruh terus menggelar aksi unjuk rasa sambil berorasi dan meneriakkan yel-yel penambah semangat.

Para buruh sempat mengancam akan menginap di Balai Kota, hingga Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menemui mereka dan mengubah keputusan UMP yang sudah ditetapkan.

Dalam aksi unjuk rasa kali ini, tuntutan yang disampaikan buruh bukan lagi meminta Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI 2014 sebesar Rp3.700.000, tetapi menolak UMP yang baru saja disahkan tadi pagi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI, yaitu sebesar Rp2.441.301. (MI/Ant)