Bima Arya Akan Kembalikan Fungsi Baranangsiang

Foto: sayangi.com/Chapunk

Jakarta, Sayangi.com – Bima Arya telah terpilih menjadi Walikota Bogor. Namun pelantikannya baru akan dilaksanakan pada 3 April 2014 mendatang. Pelantikan bersamaan dengan berakhirnya masa jabatan Wali Kota Bogor Diani Budiarto dan Wakil Wali Kota Bogor Achmad Ru’yat.

Bagi Bima Arya, pelantikan yang masih enam bulan ke depan tersebut bukanlah masalah. Dia justru merasa sangat diuntungkan. Karena dia bisa mulai menjajaki dan meninventaris keluhan warga Bogor sebelum mengambil kebijakan.

“Waktu 6 bulan lebih ini saya gunakan untuk belajar menyusun program. Saya tidak akan buang-buang waktu selama 6 bulan ini. Saya akan mengumpulakn aspirasi
warga, menampung harapan warga, memecahkan persoalan. Jadi setelah dilantik bisa langsung eksekusi,” katanya kepada Sayangi.com usai mengikuti acara diskusidi Sekretariat Perhimpunan Gerakan Keadilan (PGK) di Jalan Tebet Timur Dalam Raya No 43, Jakarta Selatan.
 
Dijelaskan Bima Arya, dirinya tidak mau terjebak dengan program seratus hari atau setahun awal kepemimpinannya dalam membangun Kota Bogor. Setelah pelantikan, pihaknya berjanji akan langsung membuat program-program yang bisa dikawal oleh publik.

“Program yang pasti adalah mengatur kesemrawutan transportasi. Selanjutnya, kemacetan, Pedagang kaki lima, pendidikan, kesehatan dan kemiskinan. Tapi sekali lagi saya tekankan pada intinya kita akan menevaluasi semua aspirasi warga. Jangan sampai program yang kita jalankan justru menyengsarakan warga,” katanya

Lebih jauh Bima juga mengungkapkan akan menjali hubungan dengan Pemprov DKI Jakarta, karena Kota Bogor dan Jakarta mempunyai kendala atau masalah yang saling berkaitan. Contohnya tranportasi dan banjir.

“Kami pernah berkoordinasi ketika bertemu di Solo dengan Mas Jokowi dan Pak Ahok. Kami membahasa saatnya berkoordinasi untuk menciptakan sistem transportasi, pengelolaan air, banjir, serta lingkungan hidup yang lebih baik,” katanya.

“Mas Jokowi dan Bogor juga bisa bekerjasama membuat busway Bogor-Jakarta,” lanjutnya.

Terkait dengan masalah Terminal Baranangsiang, Walikota Bogor terpilih Bima Arya menyebutkan akan mengembalikan fungsi Terminal Barangsiang seperti semula. Dia menilai bahwa rencana pembangunan hotel dan perkantoran di lokasi itu telah menyalahi dan melanggar peraturan daerah. Karenanya pembangunan tersebut harus dibatalkan.

“Saya sekilas telah melihat konsepnya. Ada hotel 16 lantai. Tapi karena izin diajukan untuk terminal, ya harus digunakan untuk terminal. Makanya harus dibatalkan dan dikembalikan sesuai fungsinya yaitu terminal,” katanya.(GWH)