KSPI: Jokowi Tak Bisa Pimpin Bangsa

Foto: sayangi.com/Chapunk

Jakarta, Sayangi.com – Penolakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atas tuntutan buruh dinilai Sekjen Komite Solidaritas Pekerja Indonesia (KSPI) Muhammad Rusdi merupakan wujud keberpihakan atas penyandang dana. Jokowi tersandera oleh kepentingan penyandang dana.

Karenanya, Jokowi tak mau menetapkan (UMP) DKI Jakarta 2014 sebesar Rp 3,7 juta, tapi justru menyetujui kepentingan penyandangan yaitu Rp2,4 juta per bulan.

“Ini sangat jelas, Jokowi terjebak kepentingan penyandang dananya,” kata Rusdi dalam sebuah diskusi di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (2/11).

Menurut Rusdi, angka UMP yang ditetapkan Pemprov DKI jauh dari tuntutan buruh. Padahal KSPI mempunyai alasan yang kuat UMP DKI senilai Rp 3,7 juta.

“Hasil perhitungan kami melalui mekanisme benar. Penetapan UMP dan UMK tidak tepat. UMP ditentukan bupati hasil survei KHL, proyeksi inflasi dan produktifias,” imbuhnya.

Lantaran itu, tak mau memenuhi tuntutan buruh, menunjukan Jokowi tak layak jadi presiden.

“Jadi Jokowi tak bisa jadi pemimpin bangsa,” tegasnya. (gwh)