Polda: Sanksi Penerobos Busway Tak Perlu Sosialisasi

Foto: Sayangi.com/Okky

Jakarta, Sayangi.com – Rencana sanksi terberat terhadap penerobos jalur Bus Way Transjakarta mulai diterapkan polisi pada Jumat (1/11) kemarin. Namun, rencana itu ditunda karena banyak yang menganggap harus disosialisasikan terlebih dahulu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, mengatakan bahwa sanksi berupa denda Rp 1 juta bagi pengendara roda empat (mobil) dan Rp 500 ribu bagi pengendara roda dua (motor) harus segera diterapkan. Hal itu menurut Rikwanto tidak perlu lagi disosialisasikan untuk menjatuhkan sanksi terberat bagi pelanggar.

“Karena masyarakat sudah mengetahui kalau jalur Bus Transjakarta terlarang bagi kendaraan lain selain bus Transjakarta. Teknisnya sederhana, yaitu melalui denda terbesar di surat tilang. Karenanya, sosialisasi tidak diperlukan lagi,” kata Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (2/11).

Menurut Rikwanto, penerapan denda maksimal itu sudah sangat ideal untuk menimbulkan efek jera bagi pengendara yang kerap menerobos. Rambu larangan sudah terpasang sejak jalur khusus bus Transjakarta ada. Kalau pun ada kekurangan harusnya dilengkapi lagi.

“Prinsipnya semua unsur sudah mendukung, karena itu secepatnya agar diterapkan,” jelas Rikwanto.

Dijelaskan Rikwanto, sanksi tersebut sesuai ketentuan hukum besaran nilai denda maksimal sudah termaktub dalam UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yakni di Pasal 287 ayat 1 dan 2. Disebutkan bahwa besaran denda maksimal pelanggar lalu lintas adalah Rp 1 juta untuk kendaraan roda empat dan Rp 500 ribu untuk kendaraan roda dua atau sepeda motor. (GWH)

Berita Terkait

BAGIKAN