Janji Kemenag, Desember Semua Pengantin Dapat Buku Nikah

Jakarta, Sayangi.com – Kementerian Agama dalam hal ini Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya kekurangan buku nikah di beberapa provinsi di Indonesia. Akibat kejadian itu, beberapa pasangan pengantin yang telah dicatatkan pernikahannya belum memperoleh buku nikah.

Kemenag berjanji seluruh pasangan pengantin yang belum memperoleh buku nikah dapat mengambil buku nikahnya di Kantor Urusan Agama (KUA) tempat pencatatan perkawinan pada Desember 2013, tanpa dipungut biaya.

“Kepada pasangan pengantin tersebut, saat ini untuk sementara telah diberikan surat keterangan pengganti buku nikah yang berlaku selama 3 bulan,” kata Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Abdul Djamil, dilansir situs setkab, Sabtu (2/11/2013).

Kekurangan persediaan buku nikah, menurut Abdul Djamil, mulai terjadi pada Oktober 2013, terutama di provinsi-provinsi yang tingkat nikahnya tinggi, yaitu di atas 80.000 – 490.000 pernikahan per tahun. Provinsi-provinsi yang mengalami kekurangan buku nikah dengan jumlah pernikahan yang tinggi antara lain Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, Sumatera Utara, Lampung, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara  Barat.

“Selain delapan provinsi tersebut, contohnya Provinsi Kepulauan Riau, stok ketersediaan buku nikah dalam kondisi terkendali dan jumlahnya mencukupi,” jelas Abdul Djamil.

Menurut Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama itu, saat ini sedang berlangsung proses lelang pengiriman buku nikah yang dilaksanakan oleh ULP Ditjen Bimas Islam. Setelah dilakukan penandatanganan kontrak lelang pengiriman buku nikah, maka buku nikah  segera dikirim ke seluruh provinsi.

“Ditargetkan buku nikah sudah kembali tersedia di KUA-KUA mulai Desember 2013,” terang Abdul Djamil.

Selanjutnya, untuk membantu pasangan pengantin yang mendesak membutuhkan buku nikah, beberapa provinsi, Ditjen Bimas Islam telah mendahulukan pengiriman buku nikahnya sampai dengan bulan November 2013.

Provinsi tersebut antara lain: (1) Jawa Barat 46.994 (2) DKI Jakarta 19.398 (3) Banten 29.598 (4) Lampung 18.000 (5) Jawa Timur 125.000 (6) Sulawesi Selatan 20.000 (7) Riau 30.000 (8) NTB 20.000 (9) Kalimantan Selatan 10.000 (10) Sumatera Utara 2.000 (11) Jawa Tengah 2.000 (12) Sulawesi Barat 3.000 (13) Sulawesi Tenggara 3.000 (14) Papua 2.000 (15) Maluku 3.000 (16) Bali 2.000 (17) Sulawesi Utara 3.000, dan (18) Maluku Utara 3.000.

Berita Terkait

BAGIKAN