PBB Diminta Adopsi Aturan Kerahasiaan

Foto: BBC

Washington, Sayangi.com – AS telah menggerogoti kepercayaan para sekutunya akibat informasi yang bocor dari Edward Snowden bahwa pihaknya memata-matai sejumlah kepala negara. Agar tak terjadi persoalan yang sama di kemudian hari, Jerman dan Brasil telah meminta Majelis Umum PBB mengadopsi rancangan resolusi tentang hak kerahasiaan pribadi.

Mereka menganggap, penyadapan yang dilakukan melalui telepon dan internet demi alasan keamanan adalah berlebihan dan sangat mengganggu keamanan negara mereka.

Salah-satu pasal dalam rancangan resolusi itu menyebutkan “sangat memprihatinkan adanya pelanggaran hak asasi manusia akibat penyadapan pada alat komunikasi.”

Rancangan resolusi ini akan dibahas oleh sebuah komite di Majelis Umum PBB yang menitikberatkan pada persoalan hak asasi manusia. Resolusi ini, yang akan diputuskan pada akhir November ini, menyerukan semua negara untuk melindungi hak kerahasiaan pribadi melalui hukum internasional.

Permintaan agar PBB mengadopsi rancangan resolusi hak kerahasiaan pribadi ini muncul, setelah pemerintah Jerman ingin mendengar langsung dari analis intelijen Amerika Edward Snowden tentang aktifitas mata-mata Washington.

Sejumlah laporan di Jerman mengungkapkan telepon genggam Kanselir Angela Merkel disadap oleh mata-mata Amerika selama bertahun-tahun.

Masalah ini membayangi pertemuan puncak Uni Eropa. Snowden menyatakan kesiapannya bertemu pemerintah Jerman lewat sebuah surat, kata anggota parlemen Jerman dari Partai Hijau, Hans Christian Strobele dalam jumpa pers di Berlin hari Jumat (01/11).

Sejumlah negara Asia juga melakukan protes atas klaim bahwa Australia terlibat dalam jaringan mata-mata yang dilakukan Amerika.

Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa, mengatakan laporan yang menyebutkan bahwa NSA menggunakan kedutaan Australia di Jakarta untuk memata-matai negara Asia menunjukkan pelanggaran serius peraturan diplomatik. Sementara Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop mengatakan menanggapi serius tuduhan itu. (FIT/BBC)