Hary Tanoesoedibjo: Di Indonesia Semunya Serba Terbalik

Foto: kolom-biografi

Kupang, Sayangi.com – Kandidat wakil presiden dari Partai Amanat Hati Nurani Rakyat (Hanura) Hary Tanoesoedibjo mengkritik masalah hukum di Indonesia yang masih pandang bulu. Di Indonesia kata dia, masih banyak yang terjadi bukan sebenarnya, tapi sebaliknya.

Menurutnya dalam masalah hukum, apa yang terjadi di Indonesia yang salah dipandang benar, dan yang benar dipandang salah.

“Yang terjadi selama ini justru sebaliknya. Yang salah bisa dibenarkan, dan yang benarkan. Apakah ini disebut upaya penegakan hukum secara adil dan merata,” katanya dalam nada tanya.

Hary mengatakan Indonesia butuh pemimpin yang memiliki integritas tinggi, sehingga mampu diandalkan dalam menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapi bangsa dan rakyat di negeri ini.

“Mengapa integritas yang dibutuhkan, karena di dalamnya mengandung nilai kejujuran, ketulusan serta semangat pengabdian yang tinggi kepada rakyat yang dipimpinnya,” katanya kepada wartawan di Kupang, Sabtu (2/11/2013).

Salah satu raja media di Indonesia ini berada di Kupang, Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk membuka sekaligus memberikan pembekalan politik kepada para caleg dari partai bernomor urut 10 itu.

Ia mengatakan pemimpin yang berintegritas memiliki hati nurani untuk berkorban kepada rakyatnya dengan tetap menempatkan nilai-nilai kemanusiaan pada aras yang tepat.

Selain itu, katanya menambahkan, pemimpin yang berintegritas itu tetap akan menjaga nilai-nilai serta norma hukum yang berlaku.

“Dalam kondisi itulah upaya penegakan hukum akan bisa berjalan dengan adil, karena upaya penegakan hukum dilakukan atas dasar ketulusan dan kejujuran,” ujarnya.

Sementara pemimpin yang memiliki kompetensi, menurut dia, sangat berkaitan dengan penguasaan strategi dan kebijakan dalam upaya pencapaian kesejahteraan dan kemakmuran seluruh warga negara.

“Saya sangat menguasai hal-hal yang berkaitan dengan ekonomi bisnis, sehingga saya kira bisa saya gunakan untuk memajukan perekonomian masyarakat,” katanya.

Sedangkan Wiranto sebagai calon presiden dari Partai Hanura, kata Hary, sangat berkompeten di bidang birokrasi dan keamanan negara, sehingga perpaduan antara integritas dan kompetensi menjadi sebuah kombinasi yang menawan untuk membangun bangsa ini.

Ketika ditanya soal peta wilayah unggulan dan bukan unggulan Partai Hanura, Hary mengatakan belum bisa memastikan, meski dari hasil survei sudah tergambar adanya pemetaan kekuatan tersebut.

Dengan gambaran yang ada tersebut, lanjut dia, Partai Hanura akan terus bekerja keras, sehingga bisa mengubah dan memperbaiki peta wilayah yang telah tergambar tersebut.

“Pada wilayah yang kuat akan terus diperkuat dan di wilayah yang dianggap lemah, akan diperkuat untuk kuat, agar kekuatan Hanura bisa menyebar secara merata,” katanya.

Ketika ditanya soal hembusan isu tentang etnis dan agama terhadap dirinya, Hary dengan tegas mengatakan bahwa dirinya tidak akan gentar dalam menghadapi terpaan isu seperti itu.

“Semua isu negatif tersebut dapat ditampik hanya dengan menempatkan semua persoalan sosial.” (MI/Ant)