Taliban Pakistan Bersumpah Balaskan Dendam Mehsud

Foto: BBC

Karachi, Sayangi.com – Juru bicara Taliban Pakistan Azam Tariq berjanji akan melakukan balas dendam atas kematian pimpinan mereka, Hakimullah Mehsud.

“Tiap tetesan darah Hakimullah akan berubah menjadi bom bunuh diri,” kata Azam, seraya menambahkan, “Amerika dan sekutunya tidak seharusnya merasa gembira karena kami akan membalas dendam atas darah martir kami.”

Taliban sendiri sudah melakukan pertemuan untuk memilih pemimpin baru. Laporan yang belum bisa dikonfirmasi mengatakan, komandan regional Khan Said Sajna telah ditunjuk untuk berada di puncak kepemimpinan, memnggantikan Mehsud.
Seperti Mehsud, pimpinan Taliban sebelumnya juga dibunuh dengan serangan pesawat tanpa awak pada 2009.

Mehsud tewas bersama dengan empat orang lain – termasuk dua penjaganya – ketika empat misil menghantam kendaraan mereka di sebelah barat laut Waziristan Utara, demikian dikatakan anggota senior Taliban kepada BBC. Sebelumnya, Mehsud berulangkali dilaporkan telah tewas, tetapi banyak laporan tersebut keliru. Mehsud dikabarkan telah dimakamkan di tempat yang tidak diketahui di Waziristan Utara.

Sementara itu, Pemerintah Pakistan memanggil Duta Besar Amerika Serikat untuk menyampaikan protes terhadap serangan pesawat tanpa awak tersebut. Nisar menuduh AS sengaja “mengagalkan” upaya untuk memulai pembicaraan damai, dan mengatakan “setiap aspek” dari kerja sama Pakistan dengan AS akan ditinjau ulang.

Menteri Komunikasi Pervez Rashid mengatakan: “AS mencoba menyerang pembicaraan damai dengan pesawat tanpa awak ini, tetapi kami tidak akan membiarkannya gagal.” Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif telah berjanji untuk berbicara kepada Taliban untuk mengakhiri aksi kekerasan yang menyebabkan ribuan orang tewas karena bom atau penembakan di negara itu.

AS sendiri, dalam pernyataannya mengatakan, pembicaraan damai dengan Taliban adalah masalah internal Pakistan. Pernyataan itu juga menyebutkan, Pakistan dan AS memiliki kepentingan strategis untuk mengakhiri kekerasan dari kelompok ekstrimis.
“Kami memiliki pembicaraan yang terus berlangsung dengan Pakistan tentang segala aspek kerjasama dan kepentingan, termasuk keamanan dan antiterorisme.” (MSR/BBC)

Berita Terkait

BAGIKAN