MUI: Jangan Banyak Pesta, Tahun Baru Islam bukan Masehi

Jakarta, Sayangi.com – Menjelang pergantian Tahun Baru Hijriyah pada 1 Muharram atau 5 November mendatang, Umat Islam diminta tidak banyak menggelar pesta. Permintaan ini disampaikan Ketua MUI DKI Jakarta, KH. Hamdan Rasyid, Minggu (3/11/2013).

“1 Muharram hendaknya tidak diperingati seperti tahun baru masehi yang banyak berpesta, melainkan diperingati dengan kegiatan yang mengedukasi masalah agama, membangun diri menjadi lebih baik, serta berbagi pada sesama,” kata Hamdan.

Menurut Hamdan, pada 1 Muharram, umat muslim sebaiknya mengisi dengan bermuhasabah dan banyak istiqfar. Pada tahun baru tersebut juga disunahkan untuk berpuasa sebagai bentuk pensucian diri.

“Tujuannya agar catatan kita di awal tahun dimulai dengan amalan baik,” jelasnya.

Sementara spirit utama tahun baru Islam ini kata dia, adalah menegakkan kebenaran dan memberantas kebathilan. Namun kemenangan melawan kebathilan tidak pernah terwujud tanpa usaha serius dari manusia.

“Sewajarnya 1 Muharram menjadi momentum evaluasi diri untuk hijrah menuju kebaikan,” ujar

Diketahui, 1 Muharram tahun ini jatuh pada Selasa, 5 November 2013. Ia merupakan bulan pertama dalam kalender Islam yang menandai pergantian tahun Hijriah. Momen ini menjadi penting karena Nabi Muhammad mendapatkan keberhasilan dalam dakwahnya pada bulan Muharram.

Muharram berasal dari kata yang dalam Bahasa Indonesia artinya ‘diharamkan’ atau ‘dipantang’ yaitu dilarang melakukan peperangan atau pertumpahan darah. Makna tersebut menandakan bahwa bulan Muharram akan menjadi bulan yang damai bagi seluruh umat.