Kali Sekretaris Dikepung Bangunan Liar

Foto : beritajakarta/doc

Jakarta, Sayangi.com – Memasuki musim hujan kondisi bantaran Kali Sekretaris tepatnya di RW 01, Kelurahan Sukabumi Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, masih tampak dipenuhi bangunan liar. Bangunan liar yang jumlahnya diperkirakan lebih dari 50 itu sudah puluhan tahun tak kunjung ditertibkan.

Padahal, tiang-tiang coran bangunan tersebut menjorok ke bibir kali, hingga membuat sampah kerap tersangkut. Akibatnya, aliran air pun menjadi tidak maksimal.

“Dampak dari banyaknya bangunan yang menjorok ke kali tersebut bukan saja membuat banjir wilayah RW 01. Tapi, juga sekolah SMKN 45 di Jl KPBD rawan banjir. Bahkan, pada Februari 2013 sekolah tersebut terendam sedalam satu setengah meter hingga pagarnya pun jebol terkena derasnya air,” ujar Ismaul (50), warga RW 01, Kelurahan Sukabumi Selatan, Minggu (3/11). 
 
Bangunan yang umumnya berlantai dua tersebut, rata-rata dijadikan warga setempat sebagai kos-kosan. Padahal, mereka sendiri tidak mengantongin izin dari unit terkait.

“Seharusnya unit terkait bertindak tegas dengan melarang warga membangun rumah di kali,” tegasnya.

Lurah Sukabumi Selatan, Ibnu Sofa mengatakan, pihaknya sudah melaporkan masalah tersebut  secara berjenjang. Yaitu dari mulai tingkat  kecamatan hingga ke Sudin PU Tata Air Jakarta Barat. “Surat itu kami kirimkan tahun lalu. Karena tidak memungkinkan penertibannya ditangani pihak kelurahan,” jelas Ibnu.

Menurutnya, sejak ia mulai bertugas di wilayah Kelurahan Sukabumi Selatan, bangunan itu sudah banyak berdiri dan antara bangunan dengan bangunan warga lainnya sangat rapat sehingga membuat kali menjadi sempit. “Tidak mungkin jika penertiban hanya dengan manual, tapi harus menggunakan alat berat, seperti eksavator dan truk untuk mengangkut sampahnya,” ucapnya.

Pihaknya juga sudah meminta pemilik bangunan untuk segera membongkar bangunannya sendiri, sebelum dibongkar paksa petugas. “Tapi sampai kini belum membongkar juga,” terang Ibnu.

Sementara Kasudin PU Tata Air Jakarta Barat, Pamudji, yang coba dikonfirmasi masalah itu telepon genggamnya tidak aktif. (MD/bj)

Berita Terkait

BAGIKAN