Perempuan Nikah Sebelum 16 Tahun, Sepertinya Akan Sulit

Foto: kitabmaop

Bantul, Sayangi.com – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan pernikahan yang akan dilakukan calon pengantin di bawah umur terlebih dulu harus disertai dan mendapat dispensasi dari Pengadilan Agama setempat.

“Mereka (pasangan) juga memakai wali hakim, sehingga kalau belum ada dispensasi dari Pengadilan Agama, maka kami belum berani menikahkan,” kata Kasi Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama (Kemenag) Bantul, Sidik Pramono, Minggu.

Menurut dia batasan usia minimal calon pengantin yakni 16 tahun untuk perempuan dan 19 tahun untuk laki-laki. Bila calon pengantin belum mencapai usia itu, ia harus mendapatkan dispensasi dari pengadilan terselebih dahulu.

“Dispensasi dari pengadilan ini untuk mengantisipasi jika pernikahan benar-benar dilaksanakan namun ternyata ada pihak yang tidak setuju misalnya orangtua atau pihak lain tidak terima maka mereka bisa menggugat,” katanya.

Apalagi, kata dia rata-rata penyebab pernikahan dini tersebut karena sebagian besar diakibatkan calon pengantin perempuan yang telah hamil duluan, sehingga dispensasi dari pengadilan diperlukan untuk mengikat kedua belak pihak dari segi hukum.

“Tentunya ini sangat disayangkan, dan untuk di Bantul pernikahan di bawah umur setiap tahunnya jumlahnya sekitar seratusan, dari sekian itu sekitar 80 persen disebabkan karena ada permasalahan,” katanya.

Tercatat data pernikahan di bawah umur selama tiga tahun terakhir pada Kantor Kemenag Bantul menyebutkan pada 2011 terdapat 145 kasus, kemudian pada 2012 terdapat 108 kasus sementara pada 2013 hingga Oktober terdapat 123 kasus.

Untuk mencegah pernikahan di bawah umur akibat bermasalah itu, kata dia pihaknya telah berupaya secara intensif melakukan sosialisasi ke masyarakat, namun karena pemahaman warga yang kurang maka pernikahan dini terus terjadi.

“Seperti contoh misalnya apabila di sebuah keluarga ada anak yang hamil atau menghamili sebelum menikah karena pergaulan bebas, bagi sebagian orang saat ini dianggap sudah lumrah asalkan ada tanggungjawab,” katanya.