Kerap Berulah, 37 WNA Dicokok Petugas Imigrasi

Foto : beritajakarta/doc

Jakarta, Sayangi.com – Sedikitnya 37 warga negara asing (WNA) asal Timur Tengah dan Cina diamankan petugas Imigrasi Jakarta Barat dari Apartemen Mediterania, Tanjung Duren, Jakarta Barat. Selain diduga karena izin tinggalnya bermasalah, para WNA tersebut juga kerap berbuat ulah sehingga mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar.

Kepala Seksi Penindakan Kantor Imigrasi Kelas 1, Jakarta Barat, Reza Al Kahfi mengatakan, ke-37 WNA itu terjaring razia di apartemen pada Jumat (1/11) dan Sabtu (2/11) dini hari.

“Petugas telah memantau keberadaan WNA sejak tiga bulan lalu. Dan pihaknya melakukan pemantauan berkat laporan warga penghuni apartemen terkait perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan sejumlah WNA yang berasal dari Timur Tengah, khususnya dari Iran,”  ujar Reza, Minggu (3/11).

Lanjut Reza, warga asli Indonesia yang tinggal di Apartemen Mediterania khawatir jumlah komunitas WNA dari Timur Tengah itu semakin besar. Sebab, WNA tersebut kerap menggangu kenyamanan penghuni apartemen dengan melakukan mabuk-mabukan.

Keberadaan WNA yang sebagian besar asal Timur Tengah itu merupakan pencari suaka ke negara dunia ketiga seperti Indonesia. Bahkan, saat diperiksa petugas tidak sedikit WNA itu yang menunjukkan kartu suaka dari United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR). “Meski dengan berkas itu petugas tidak langsung percaya akan keaslian kartu tersebut. Kami amankan untuk penyelidikan lebih lanjut perihal keaslian kartu suakanya ke UNHCR,” terang Reza.

Saat menyisir Apartemen Mediterania Tower 1 dan 2, petugas imigrasi tidak hanya menemukan keberadaan WNA asal Timur Tengah yang mencari suaka saja, tetapi juga WNA asal Cina yang telah menyalahi izin tinggal. WNA asal Cina tersebut telah bekerja di kawasan Jakarta Selatan, namun tidak melapor terlebih dulu keberadaannya di Indonesia ke kantor imigrasi. “Mereka telah melanggar UU Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian. WNA tersebut masih kami tahan di kantor Imigrasi Jakarta Barat guna penyelidikan lebih lanjut,” tandas Reza.