Besok Jam Bongkar Muat Tanah Abang Diatur

Foto : beritajakarta/doc

Jakarta, Sayangi.com – Aktivitas bongkar muat barang puluhan perusahaan ekspedisi di sekitar kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat yang berlangsung selama bertahun-tahun dinilai menjadi salah satu pemicu kemacetan di wilayah tersebut.

Untuk mengatasi hal itu, Pemerintah Kota Jakarta Pusat akan menerapkan waktu khusus bongkar muat sehingga tidak lagi mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Jam bongkar muat kendaraan ekspedisi hanya bisa dilakukan pada pukul 20.00-05.00 WIB.

Pemkot Jakarta Pusat telah mengumpulkan sebanyak 65 pengusaha ekspedisi sebagai sosialisasi penerapan waktu bongkar muat barang yang diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) No 12 tahun 2003 tentang Lalu Lintas, Angkutan Jalan, Kereta Api, Sungai, dan Danau untuk kemudian akan mulai diterapkan mulai hari Senin (4/11) besok. Diharapkan dengan diterapkannya waktu bongkar muat tersebut, kemacetan di kawasan Tanah Abang akan dapat diminimalisir.

Walikota Jakarta Pusat, Saefullah mengatakan, kemacetan akibat bongkar muat truk ekspedisi tersebut menghambat laju perputaran ekonomi yang cukup besar di Tanah Abang. Selanjutnya, kata Saefullah, pihaknya akan menerapkan sanksi tegas kepada truk ekspedisi maupun kendaraan lain yang memarkirkan kendaraannya di badan jalan dengan pencabutan pentil.

“Agar akses menuju Tanah Abang lancar, kendaraan yang parkir melewati batas jalan akan ditilang, cabut pentil, hingga diderek,” tegas Saefullah, Minggu (3/11).

Pihaknya, ujar Saefullah, melalui Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat akan mengatur bongkar muat ekspedisi sesuai dengan Ingub No 114 Tahun 2013 Tentang Pengendalian Lalu Lintas kawasan Tanah Abang. 

“Konsentrasi lainnya kepada kendaraan parkir sembarangan jam 06.00-20.00 di bahu jalan dan ekspedisi yang bongkar muat melewati batas waktu. Mulai Senin (4/11), akan diterapkan lebih tegas atas pelanggaran yang terjadi karena berkontribusi menciptakan kemacetan,” katanya.

Camat Tanah Abang, Hidayatullah menambahkan, kondisi kawasan Tanah Abang yang sudah tertata sebelumnya dengan direlokasinya pedagang kaki lima ke Blok G menjadi tidak maksimal lantaran kemacetan yang terjadi.

“Untuk mengatasi kendaraan yang parkir sembarangan, jalan akan kita kasih tanda dengan cat larangan parkir. Ini untuk mempertegas batas jalan agar lebih tertib,” tandasnya. (MD/bj)