Jelang Sidang Mursi, Diam-diam John Kerry Kunjungi Mesir

Foto: Reuters

Kairo, Sayangi.Com – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry diam-diam mengunjungi Kairo, ibukota Mesir selama 6 jam, sebelum memulai lawatan 10 hari ke Arab Saudi, Israel, Yordania dan Maroko.

Ini adalah kunjungan pertama pejabat senior AS sejak Presiden Mesir Muhammad Mursi digulingkan militer pada bulan Juli lalu. Untuk alasan keamanan, kunjungan Kerry ke Mesir sempat dirahasiakan oleh para pejabat AS, meskipun media pro-Pemerintah Mesir mengumumkan kedatangannya.

Kunjungan Kerry dilakukan tepat sehari sebelum persidangan Mursi yang akan dilaksanakan pada Senin (04/11). Namun Departemen Luar Negeri AS menegaskan, kunjungan Kerry tidak terkait dengan persidangan Mursi.

Dalam kunjungan ke Mesir yang singkat itu, Kerry bertemu dengan para pemimpin sementara Mesir, yakni Presiden Mahmud Adly Mansur, Perdana Menteri Hazem el-Beblawi, dan panglima militer Jenderal Abdul Fattah al-Sisi.

Kerry juga memanfaatkan kunjungan enam jamnya untuk bertemu secara tertutup dengan para anggota masyarakat madani Mesir yang prihatin atas penumpasan terhadap pengunjuk rasa dan lambannya langkah menuju demokrasi.

Pejabat Deplu AS mengemukakan, pembicaraan Kerry akan terfokus pada harapan agar pemerintah sementara Mesir mendorong langkah-langkah menuju demokrasi.

Pembicaraan Kerry akan fokus pada bagaimana Washington ingin melihat transisi politik “yang lestari, inklusif dan demokratis, kata seorang pejabat Deplu AS kepada wartawan.

Seperti kita ketahui bersama, Mursi adalah pemimpin Islamis dan tokoh Ikhwanul Muslimin yang menjadi presiden pertama Mesir yang terpilih secara demokratis, namun digulingkan Militer pada 3 Juli setelah berkuasa setahun.

Penggulingan Mursi oleh militer mengundang aksi unjuk rasa oleh jutaan pengikut Ikhwanul Muslimin. Lebih 1.000 orang pengunjuk rasa telah meninggal dalam penumpasan oleh militer sejak Juli dan AS bulan lalu membekukan sebagian dari bantuan tahunan ke Mesir yang jumlahnya mencapai 1,5 miliar Dolar AS. (AFP)

Berita Terkait

BAGIKAN