Tiga Buruh Kritis, KNGB Geruduk Mabes Polri Hari Ini

Foto: Sayangi.com/Chapunk

Jakarta, Sayangi.com – Konsolidasi Nasional Gerakan Buruh (KNGB) yang memotori mogok nasional akhir Oktober hingga awal November lalu, berencana melapor ke Mabes Polri hari ini, Senin (4/11), menyusul kondisi kritis tiga buruh korban kekerasan dalam mogok nasional di Bekasi.

KNGB merupakan gabungan dari elemen buruh, khususnya Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Kontras, berencana mendesak Mabes Polri mengusut dan memidanakan otak penganiayaan buruh saat mogok nasional di Kawasan Industri Kabupaten Bekasi, Kamis 31 November lalu, yang dikenal juga sebagai “Bekasi Berdarah”. Menurut KNGB, tidak hanya pelaku penganiayaan yang harus ditindak, tapi otak dibalik penganiayaan itu juga ditangkap, tidak dibiarkan berkeliaran.

“Kami memiliki bukti-bukti yang kuat untuk melaporkan Kapolres Kabupaten Bekasi, Pemda Kabupaten Bekasi, dalam tindakan pembunuhan berencana yang dilakukan terhadap 28 buruh KNGB,” tulis Koordinator Eksekutif Kontras, Haris Azhar dalam pernyataan yang beredar di kalangan media.

Sementara Presiden KSPI Said Iqbal menyatakan, akan menuntut pertangungjawaban pihak keamanan, karena disinyalir ada pembiaran dari pihak kepolisian saat terjadi penganiayaan. Tambah Said, mogok nasional merupakan aksi yang sah, sehingga peran Kepala Polresta Bekasi Kabupaten, Ketua Aspelindo Kabupaten Bekasi, dan Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Bekasi patut dipertanyakan.

Masih kata Said, saat ini ada tiga buruh yang dirawat di RS Hosana Medica dalam keadaan kritis, satu diantaranya belum bisa ditemui karena berada dalam ruang ICU. Said menegaskan, jika sampai ada korban meninggal, dia akan berjuang total menuntut semua yang bertanggungjawab untuk mundur atau dicopot dari jabatan dan dihukum. “Langkah tegas akan kami lakukan, untuk menuntut hak kami,” pungkasnya. (MSR)