Tak Puas UMP, Buruh Geruduk Kantor Jokowi Lagi

Foto: sayangi.com/Chapunk

Jakarta, Sayangi.com – Kantor Gubernur DKI Jakarta kembali digeruduk ratusan buruh. Massa buruh yang tergabung dalam Forum Buruh (FB) DKI Jakarta ini datang ke kantor Joko Widodo untuk menolak kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebanyak Rp 2,4 juta.

Ketua FB DKI Jakarta, Muhammad Toha menegaskan, aksi ini untuk menunjukan kosnsitensi buruh terhadap perjuangan menolak upah murah bukanlah tindakan main-main. Menurutnya, buruh sangat kecewa terhadap keputusan Jokowi menaikan UMP 2014 Rp 2,4 juta. UMP Tersebut tidak sesuai dengan tuntutan buruh yang meningkan kenaikan UMP sebesar Rp 3,7 juta.

“Jokowi lebih pro terhadap kesejahtraaan pengusaha. Gubernur Jokowi faktanya telah memiskinkan buruh dan masyarakat. Selama jadi gubernur banyak pengusaha yang bersilaturahmi kepadanya, jadi dalam menentukan UMP 2014 Jokowi lebih memihak Pengusaha,” kata Toha, Rabu (6/11).

Toha memastikan, jika aksi buruh tetap tidak didengar Jokowi maka, buruh akan terus melakukan unjuk rasa. Bahkan akan mendatangkan massa yang lebih banyak.

“Kami juga akan menutup akses jalan tol dan pelabuhan, bila UMP tak sesuai tuntutan buruh,” katanya.

Selain itu, FB DKI, menurut Toha, juga meminta agar Kapolres Kabupaten bekasi diadili dan dicopot dari jabatannya, karena telah melakukan pembiaran terhadap pembunuhan berencana yang dilakukan preman yang diduga dibayar pengusaha. (GWH)