Telepon Tulalit, Wapres AS Salah Kasih Ucapan Selamat

Foto: Reuters

Washington, Sayangi – Cerita ini sungguh menggelikan. Wakil Presiden AS Joe Biden tampaknya sangat terkesan dengan pelaksanaan Pilkada Kota Boston tahun ini, yang menandai perubahan besar, berkat terpilihnya seorang Wali Kota baru, menggantikan imcumbent yang telah dua dekade berkuasa.

Maka, akhir pekan ini, orang nomor dua di AS itu menelepon Marty Walsh, begitulah nama sang Wali Kota yang baru saja terpilih. Marty pun mengangkat telepon. “Owh, ternyata Wakil Presiden Joe Biden,” cerita Marty, seraya dengan seksama mendengarkan suara di ujung gagang telepon, “Selamat, Marty, Anda hebat. Anda benar-benar melakukannya!” ujar Marty, menirukan ucapan Biden saat itu.

Namun mendengar ucapan itu, Marty hanya tertegun. Baru setelah bisa menenangkan diri, ia menjawab: “Bapak Wakil Presiden, maaf, saya rasa Anda menelepon Marty Walsh yang salah.” Setelah itu, bisa ditebak, keduanya ngakak, meski Marty cuma bisa ngakak dalam hati. Tak mungkin ia menertawai keluguan seorang Wakil Presiden Amerika, meski hanya di gagang telepon.

Adegan salah sambung, seperti dimuat Reuters itu diceritakan oleh Marty Walsh yang menjadi korban tulalitnya Joe Biden. Joe sebenarnya berniat menelepon dan memberi selamat kepada aktivis buruh dan Senator Marty Walsh, yang baru saja terpilih sebagai Wali Kota Boston. Namun alih-alih tersambung ke sang Wali Kota terpilih, ia malah terhubung dengan Marty Walsh lain, Presiden Direktur sebuah perusahaan konsultan publik, juga orang Boston.

“Dia (Joe Biden) terus tertawa (saat Marty menceritakan hal yang sebenarnya),” kata Walsh “bukan Wali Kota”, yang sebelumnya pernah bekerja sebagai birokrat di Pemerintahan Gubernur Massachusetts Deval Patrick dan Senator Edward M. Kennedy. Menutup pembicaraan mereka, Kata Walsh, Joe Biden kemudian berucap, “Selamat untuk tidak menjadi Wali Kota,” bilangnya, lagi-lagi sembari tertawa.

Tahun ini, Walikota terlama dalam sejarah kota Boston, Thomas Menino memutuskan untuk tidak ikut dalam pemilihan lagi, setelah 20 tahun berkuasa. Boston dikenal sebagai salah satu basis Partai Demokrat yang kini berkuasa. (MSR/Reuters)