Setuju DPT, Ical: Bawaslu Pantas Dibubarkan

Foto: sayangi.com/Hurri

Jakarta, Sayangi.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setuju dengan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang bermasalah dengan Nomor Induk kependudukan (NIK). Total jumlah DPT tersebut mencapai 10,4 juta.

Pilihan untuk mengikuti keputusan KPU oleh Bawaslu sangat disayangkan politisi Partai Gerindra, Ihsanudin alias Ical. Seharusnya menurut Ical, sebagai badan pengawas Pemilu, Bawaslu mestinya menganalisa lebih jauh sebelum setuju dengan keputusan KPU tersebut.

“Seharusnya Bawaslu itu tidak menyepakati KPU. Bawaslu ini memiliki kewenangan sangat besar. Kalau tidak dimanfaatkan kewenangan itu, maka sudah pantasnya Bawaslu dibubarkan,” kata Ical kepada wartawan di Jakarta, Jumat (8/11).

Ical yang juga caleg Gerindra nomor urut 6 di Dapil Jabar 6, Karawang Purwakarta, ini menegaskan, Bawaslu sebagai badan pengawas, mestinya menganalisa lebih delam sebelum DPT itu diputuskan, sehingga Pemilu bisa berjalan transparan. Masalahnya DPT akan menjadi media yang mampu menciptakan satu keadilan dalam transparansi.

Dikatakannya, seharusnya Bawaslu hanya merekomendasikan DPT sebanyak 176 lebih untuk pesta demokrasi nasional lima tahunan yang akan diselenggarakan pada 2014 yang akan datang. Sementara DPT terkait NIK sebanyak 10,4 juta itu ditinjau dan dianalisa lebih dalam dan kemudian diindentifikasi oleh Bawaslu sebagai badan pengawas Pemilu.

“Karena inti pemilu kita adalah keadilan. Jika dikemudian hari ada permasalahan, Bawaslu mampu mempertanggungajawabkan sebagai lembaga pengawasan,” katanya. (GWH)

Berita Terkait

BAGIKAN