Dirjen Otda Pastikan Tidak Kenal Suami Airin

Foto: theglobejournal

Jakarta, Sayangi.com – Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Otda Kemendagri), Djohermansyah Djohan, selesai menjalani pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia diperiksa selama 9 jam.

Usai diperiksa KPK, dirinya membantah mengenal tersangka kasus suap pilkada Lebak di Mahkamah Konstitusi (MK), Susi Tur Andayani (STA) dan Tubagus Chaeri Wardhana (TCW).

“Yang jelas saya kenal aja enggak, tahu juga enggak, dokumen saja belum sampai ke kita yang pilkada Lebak, kan masih bermasalah gugatan di MK jadi belum sampai ke Kemendagri,” ujar Djohermansyah Djohan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (8/11).

Dia mengatakan, pada pemeriksaan kali ini, penyidik KPK bertanya seputar pilkada Lebak, Banten. Selain itu, ia juga memastikan selama menjabat sebagai Dirjen Otda tidak pernah berhubungan dengan Mantan Ketua MK Akil Mochtar, untuk membahas pilkada.

“Iya, pemeriksaan fokus ke Pilkada Lebak saja,” jelasnya.

Dalam perkara suap ini, Akil ditetapkan sebagai tersangka terkait penanganan sengketa Pilkada Lebak, Banten. Akil diduga telah menerima suap senilai Rp 1 miliar dari adik Gubernur Atut, Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan yang juga istri dari Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany. Uang itu diberikan melalui Susi Tur yang dianggap telah mengenal dekat Akil.

Sampai saat ini, KPK telah menetapkan Akil, Wawan, Susi Tur sebagai tersangka. Sementara untuk calon Bupati Amir Hamzah dan wakilnya Kasmin, juga  Gubernur Banten Ratu Atut Choisyah serta ketiga pihak swasta, yakni Yayah Rodiah, Dadang Prijatna, dan Muhamad Awaludin telah dicegah KPK.(GWH)