Wali Kota Palembang Dicecar KPK Soal Uang Rp500 Juta

Foto: Sayangi.com/Bara

Jakarta, Sayangi.com – Wali Kota Palembang, Romi Herton, diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama tujuh jam. Dalam pemeriksaan itu, ia mengaku dicecar soal transfer uang sebesar Rp500 Juta.

“Sudah saya serahkan ke KPK sepenuhnya. Semua sudah saya jelaskan,” ujar Romi Herton usai menjalani pemeriksaan saksi untuk Akil Mochtar, Jakarta, Jum’at (8/11/2013).

Romi menjelaskan bahwa uang Rp 500 juta itu untuk keperluan istrinya, sehingga berani mempertanggungjawabkan apa yang menurutnya benar. Ia juga minta agar uang tersebut tidak mengkait-kaitkan dengan kasus suap sengketa pilkada dengan uangnya.  

“Insya Allah siap (bertanggung jawab),” pungkas Romi.

KPK sebelumnya telah menggeledah kantor dan rumah Herton pada 29 Oktober dan menyita sejumlah dokumen. Dalam penggeledahan KPK menyita handphone, dokumen SK Mendagri, dokumen yang terkait Pilkada, dan bukti transfer via BCA dari Romi Herton ke istrinya, Masyitoh senilai 500 juta rupiah.

Perlu diketahui bahwa Pemeriksaan Romi Herto oleh KPK karena diduga ada indikasi penyuapan dalam sengketa pilkada kota Palembang yang telah dilaporkan oleh pasangan calon Wali Kota Palembang, Ir Sarimuda ke KPK pada tanggal 4 Oktober 2013.

Dalam sengketa pilkada Kota Palembang, pasangan Romi Harton-Harno Jayo dimenangkan oleh panel hakim yang dipimpin Akil Mochtar pada 20 Mei 2013. Padahal Surat Keputusan KPU Daerah pasangan Romi Herton-Harno Jaya mendapat suara sebanyak 316.915, sementara pasangan Sarimuda-Nelly Rasdiana memperoleh 316.923 suara. Berdasarkan SK KPU tersebut, pasangan Sarimuda-Nelly Rasdiana menang sebanyak delapan suara.

Namun, hasil sidang MK, setelah penghitungan ulang, pasangan Romi Herton-Harno Jaya memperoleh 316.919 suara, sementara pasangan Sarimuda-Nelly Rasdiana hanya 316.896. Pasangan Romi akhirnya menang sebanyak 23 suara. (MI)

Berita Terkait

BAGIKAN