Status Warga Asing, KPK Akui Sulit Periksa Direktur Kernel Oil

Foto: Sayangi.com/Okky

Jakarta, Sayangi.com – Keterangan Direktur Kernel Oil Private Limited Singapura, Widodo Ratanachaithong, belum dibutuhkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mendalami perannya dalam kasus suap Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas (SKK Migas) yang menjerat anak buahnya, Simon Gunawan Tanjaya.

“Saat ini belum bisa dipanggil, (KPK) belum memerlukan keterangan Widodo,” ujar Johan Budi di gedung KPK, Jakarta, Jumat (8/11/2013)

Namun demikian, pihak KPK juga tidak menutup kemungkinan untuk mengembangkan lebih jauh kasus SKK Migas. Namun Johan menjelaskan kendala KPK jika ingin memeriksa Widodo terletak dalam status kewarganegaraannya Singapura.

“Ya, karena dia warga negara asing (Singapura), perlu makanisme khusus apabila penyidik memerlukan keterangan Widodo,” jelasnya.

Sebelumnya keterlibatan Widodo terungkap dalam surat dakwaan terdakwa suap SKK Migas, Simon Tanjaya. Dalam surat dakwaan tersebut dituliskan bahwa Widodo beberapa kali memberikan suap kepada Rudi Rubiandini untuk pemenangan lelang minyak mentah.

Dalam surat dakwaan dituliskan pada tanggal 26 juni 2013 Rudi dan Widodo mengadakan pertemuan di Gedung Plaza Mandiri, Jl. Gatot Subroto, Jakarta selatan. Dalam pertemuan tersebut Widodo menyerahkan uang sebesar 200 ribu Dollar Amerika Serikat.

Uang tersebut diberikan untuk pemulusan langkah perusahaan Fossus Energy Ltd dalam lelang terbatas minyak mentah pada bulan Agustus 2013. Dalam komunikasi dengan Rudi Widodo menggunakan Devi Ardi sebagai perantara.

Dalam kasus ini KPK telah menetapkan mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini dan Devi Ardi sebagai tersangka penerima suap terkait lingkup kewenangan SKK Migas. Namun, Widodo sebagai pihak yang diduga sebagai pemberi suap, sampai saat ini belum diperiksa oleh KPK. (MI)