Bursah Zarnubi: Pemuda Harus Menjadi Pengawal Pluralisme

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Ketua Umum DPP Perhimpunan Gerakan Keadilan (PGK), Bursah Zarnubi menyoroti perkembangan sekaligus wacana pluralisme di Jakarta. Menurut Bursah, Jakarta harus menjadi contoh dan wahana bagaimana pluralisme yang memiliki signifikansi dengan realitas sosial, politik, dan ekonomi tersebut bisa dibangun.

Namun di sisi lain, pemuda harus proaktif untuk mengawal pluralisme tersebut. Hal ini disampaikan aktivis reformasi ini saat menjadi pembicara dalam Studium General pada Pembukaan Training of Instructor PKC PMII DKI Jakarta, di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (8/11/2013).

“DKI harus dijadikan wahana dalam menjaga dan menghormati pluralisme dan nilai-nilai sosial, untuk menjaga stabilitas mengingat kompleksitas masalah ekonomi, sosial, dan politik di Jakarta, sehingga pemuda harus memberikan pengawalan dan solusi dari situasi yang seperti ini,” katanya dalam acara bertajuk “Peran Strategis Pemuda dalam Kemajemukan Jakarta” ini.

Bursah Zarnubi yang juga Ketua Umum Partai Bintang Reformasi (PBR) ini menjelaskan bahwa Jakarta mesti dipahami sebagai pusat kehadiran dari berbagai entitas dengan latar belakang sosial (social background) yang berbeda-beda. Dari kacamata etnis, agama, politik, dan warna kulit, membuat realitas ibu kota memiliki ciri kenyataan sosial yang kompleks.

“DKI adalah aset, namun menimbulkan banyak masalah,” jelasnya, yang dipandangnya sebagai dampak kegagalan menjaga pluralisme.

Derasnya tren migrasi yang sulit untuk dibendung jelas dia, berpotensi pada menguatkan simbol dan identitas kedaerahan. Ini pulalah yang berpotensi memberikan pengaruh buruk bagi jalannya pembangunan sosial di kota terbesar Indonesia ini.

“Maka, untuk mengantisipasi pemuda harus menjadi partner dan alat kontrol terhadap pemerintah,” harapnya. (MI)