PMII: Pemerintah Jangan Hanya Jadi Jubir Lembaga Asing

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Addin Jauhari menyayangkan sikap Indonesia. Menurut, Pemerintah Indonesia cenderung hanya menjadi jubir asing, terutama pasca-pertemuan Negara-negara APEC di Bali.

Ia menyebutkan dua keputusan pemerintah yang dinilainya sarat dengan upaya penyisipan semangat pro-liberal. Pertama, bahasa “Teruskan liberalisasi” dan kedua, perang dan hapus proteksi.

Addin melihat hal itu sebagai indikasi ketertundukan Negara terhadap nilai-nilai yang dipaksakan oleh Program WTO dan Assean Community sebagai lembaga yang terus mempropaganda Trade Free Market (TFM).

“Padahal presiden pernah menerbitkan Perpres No. 36 tahun 2010 yang mengamanatkan ada sekian produk untuk tidak dibuka ke pihak asing,” katanya dalam sebuah diskusi di Kantor PBNU, Jumat (8/11/2013)

Dengan dibukanya investasi 100 persen pada industri negara di sektor-sektor strategis semakin mempertegas pemerintah justru menjadi Juru bicara dan pelaksana tugas Negara dan Badan Ekonomi Dunia. Sektor-sektor strategis itu di antaranya bandara, pelabuhan, terminal barang, industri film, dan periklanan. Selain itu juga sektor telekomunikasi, farmasi, dan pariwisata alam.

Padahal kata dia, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah. Negara harus menyelesaikan tugasnya dalam hal kesehatan, pendidikan, kehidupan yang layak bagi warga negara. Di satu sisi, pembangunan di Indonesia masih jauh terpaut dari negara-negara Asia Tenggara lainnya dan hanya tertinggi di atas Brunei dan Filipina.

“Akan semakin berat bagi bangsa ini ke depan, bahkan siapa pun presidennya, mengingat situasi tersebut dipersentuhkan dengan kontradiksi antara indeks pertumbuhan dan keadilan.” (MI)

Berita Terkait

BAGIKAN