KPK Panggil Kadinkes Banten, Dalami Dugaan Korupsi Alkes

Foto : Sayangi.com/doc

Jakarta, Sayangi.com – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten, Jaja Budi, dimintai keterangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mendalami dugaan adanya korupsi dalam pengadaan alat kesehatan di Provinsi Banten.

“Terkait dengan penyelidikan Alkes Banten, hari ini ada permintaan keterangan atas nama Jaja Budi (Kepala Dinkes Banten),” ujar juru bicara KPK Johan Budi SP, Jakarta, Jumat (8/11).

Selain Jaja, KPK juga meminta keterangan dari jajaran dinkes Banten yang dipimpin oleh Ratu Atut Choisyah, yang diantaranya adalah Ferga Andriana, Indra, dan Ridwan Arif.

Sebelumnya, KPK mencari keterangan dan bahan terkait penyelidikan proyek alkes Banten dengan mendatangi dinas kesehatan Banten yang berlokasi di Serang. Penyelidikan proyek alkes Banten ini berbeda dengan penyelidikan proyek alkes di Tangerang Selatan.

Toh demikian, dua proyek ini diduga berkaitan dengan pengusaha Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan yang ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap pemilihan kepala daerah Lebak, Banten.

Wawan merupakan adik dari Gubernur Atut. Ia juga suami Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany. Dia tertangkap tangan KPK karena diduga menyuap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar melalui pengacara Susi Tur Andayani terkait sengketa pilkada Lebak, Banten yang bergulir di MK. (MD)

Berita Terkait

BAGIKAN