Dirut Pertamina Beberkan Dokumen ke Penyidik KPK

Foto : Antara

Jakarta, Sayangi.com – Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan, Jumat (8/11) kembali menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka kasus suap Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas (SKK Migas), Rudi Rubiandini.

Seusai menjalani pemeriksaan selama 6 jam, Karen menjelaskan bahwa dokumen yang disampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah disampaikan dengan secara detail.

“Jadi kami (saya) sudah menyampaikan dokumen tambahan yang dibutuhkan, dan dokumen tambahan juga telah saya jelaskan secara detail kepada penyidik (KPK),” ujarnya saat keluar dari gedung KPK, Jakarta, Jumat (8/11).

Namun saat para awak media bertanya dokumen apa saja yang disampaikan ke KPK, Karen enggan menjawab lebih detail. ” kalau ada pertanyaan ke penyidik, yang itu saja,” terangnya.

Dalam surat dakwaan Tersangka kasus suap Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas (SKK Migas), Simon Gunawan Tanjaya, bahwa pihak Pertamina pernah mengadakan rapat antara SKK Migas dan Kontraktor Kerja Sama (KKKS) pada tanggal 28 Mei 2013 dan 25 Juni 2013 bertempat di kantor SKK Migas, dilakukan rapat shipping coordination (shipcoord) periode ke 2080. Saat itu rapat membahas soal pelelangan kondensat Senipah.

Fossus Energy Ltd sebagai pemenang lelang Senipah periode Juli 2013. Fossus mendapatkan kuota sebanyak 300 ribu Barrel.

Fossus Energy merupakan salah satu perusahaan milik Widodo Ratanachaitong. Widodo sendiri diduga sebagai pihak pemberi suap untuk eks kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini. (MD)