Hamdan Zoelva: Tanpa MK, Negara Kehilangan Satu Kaki

Jakarta, Sayangi.Com – Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva menyesalkan adanya tuntutan pembubaran MK pasca-tertangkapnya mantan Ketua MK Akil Mochtar oleh KPK. Sebab, menurutnya, tanpa MK negara ibarat kehilangan satu kaki.

“Keberadaan MK penting untuk menentukan mana kebijakan negara yang sesuai dengan konstitusi dan mana yang bertentangan,” kata Hamdan, saat menjadi pembicara di sekretariat Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Jl. Diponegoro 16 Jakarta, Jumat (8/11) malam.

Dalam dialog bertema ‘Rekonstruksi MK Pasca-penangkapan Akil Mochtar’, Hamdan menekankan kepada para aktivis HMI pentingnya memahami konstitusi secara luas. Termasuk memahami keberadaan MK selaku pilar penjaga konstitusi.

Dia mencontohkan, mekanisme perumusan undang-undang atau aturan di DPR umumnya mengandalkan suara kelompok mayoritas. Karena itu, bukan tidak mungkin pada suatu ketika kelompok mayoritas memanfaatkan suaranya untuk membuat aturan yang hanya menguntungkan kelompoknya.

“Disinilah pentingnya kehadiran MK sebagai sarana bagi kelompok minoritas yang merasa hak konstitusionalnya dilanggar, dengan mengajukan uji materi undang-undang,” kata Hamdan.

Selain menjadi pengawal konstitusi, menurut Hamdan, MK juga diberi kewenangan untuk menjamin agar pemilihan umum sebagai perwujudan demokrasi dapat berjalan sesuai konstitusi, jujur dan adil.

Hamdan tidak menampik bahwa kasus Akil Mochtar yang kini ditahan KPK menjadi pukulan berat, tidak saja bagi masyarakat, namun juga bagi seluruh hakim dan pegawai MK. Dia menekankan bahwa pihaknya bersungguh-sungguh berupaya mengembalikan citra dan kewibawaan MK secepatnya.

“Karena itulah saya selalu memberikan akses seluas-luasnya bagi KPK untuk menelusuri siapa-siapa saja yang terlibat. Kita ingin bersihkan dulu MK ini, supaya clear semuanya,” kata Hamdan.

Hamdan Zoelva yang merupakan alumni HMI, menyampaikan kepada para peserta dialog bahwa kedatangannya ke sekretariat PB HMI sekaligus juga untuk meminta dorongan dan dukungan dari adik-adiknya agar dapat menjalankan tugas sebagai Ketua MK dengan baik. (Antara)