Kabupaten Paser Bangun Bandara Rp482,7 Miliar

Foto : www.kaltimprov.go.id

Samarinda, Sayangi.com – Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, tengah membangun bandara senilai Rp482,7 miliar yang saat ini dalam proses penyelesaian runway atau landasan pacu sepanjang 1.800 meter.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Bambang Purwanto, Jumat (8/11) mengatakan, pembangunan Bandara Tana Paser itu dilaksanakan dengan pola multiyears atau tahun jamak selama lima tahun dari 2011 hingga 2015 dengan total anggaran Rp482,7 miliar.

Anggaran Bandara Tana Paser itu lanjut dia telah mengalami revisi dan sebelum direvisi anggaran “full design” bandara itu lebih Rp420 miliar.

“Karena pembangunan landasan pacu harus disesuaikan dengan eskalasi harga sekarang, sehingga mau tidak mau harus direvisi kembali sehingga anggaran bandara bertambah menjadi Rp482,7 miliar,” ungkap Bambang Purwanto.

Selain bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Paser, pembangunan Bandara Tana Paser itu juga kata Bambang Purwanto mendapat dukungan dari APBD Kaltim dan APBN.

“Sesuai Perda Perubahan No. 9 tentang Pembiayaan Tahun Jamak Pembangunan Bandara Tana Paser, alokasi anggaran APBD Kabupaten Paser Rp216 milyar, APBD Provinsi Kalimantan Timur Rp216,37 miliar dan APBN Rp50 miliar,” kata Bambang Purwanto.

Berdasarkan perencanaan anggaran pada 2013 lanjut Bambang, untuk pembangunan apron, taxiway, runway, runway strip, jalan inspeksi dan jalan ground support equipment ( GSE) dibutuhkan dana tidak kurang dari Rp41 miliar dengan rincian, Rp27 miliar bersumber APBD Kabupaten Paser dan Rp14,5 milyar dari APBD Provinsi Kaltim.

“Selama ini, pembiayaan pembangunan Bandara Tana Paser bersumber dari APBD Paser dan APBD Pemprov Kaltim serta APBN,” ujar Bambang Purwanto.

Sesuai ‘grand desain’ panjang landasan pacu bandara Tana Paser yakni 1.800 meter dan saat ini sudah dibangun sepanjang 1.600 meter. Untuk menuntaskan pembangunan landasan pacu serta beberapa bagian sisi udara pendukung Bandara Tana Paser dibutuhkan anggaran Rp41 miliar. (MD/Ant)