Ledakan Bom Cederai Dua Polisi

Foto : www.mappery.com

Mogadishu, Sayangi.com – Ledakan bom di luar sebuah hotel populer di Mogadishu, ibu kota Somalia, mencederai sedikitnya dua polisi pada Jumat malam, kata seorang pejabat.

Mogadishu sering menjadi sasaran serangan Al-Shabaab sejak kelompok militan itu dihalau dari ibu kota Somalia tersebut oleh pasukan Uni Afrika dua tahun lalu. Dalam serangan pada September, 15 orang tewas di sebuah restoran.

Farah Aden, seorang polisi senior, mengatakan kepada Reuters, bom itu meledak di Hotel Maka, yang terletak di sebuah jalan utama yang melewati Mogadishu.

“Sejauh ini kami mengkonfirmasi bahwa dua polisi cedera. Kami juga melihat sebuah mobil yang terbakar. Mungkin itu bom dengan pengendali jarak jauh yang ditujukan pada polisi yang pergi ke hotel tersebut karena sejumlah terduga militan ditangkap beberapa jam sebelumnya,” katanya.

“Bisa jadi ledakan itu juga disulut oleh seorang penyerang bom yang menyerang polisi dan ingin memasuki hotel tersebut,” tambahnya.

Tak lama setelah ledakan itu, sirine ambulan meraung-raung ketika kendaraan itu bergerak ke lokasi kejadian.

Dalam serangan September, gerilyawan Al-Shabaab menggunakan bom mobil dan penyerang bunuh diri, menewaskan sedikitnya 15 orang dan melukai 23 lain.

Al-Shabaab mengejutkan dunia dengan serangan di pusat perbelanjaan di Nairobi, yang dimulai Sabtu siang (21 September), ketika orang-orang bersenjata menyerbu ke dalam kompleks pertokoan itu dengan menembakkan granat dan senjata otomatis serta membuat pengunjung toko yang panik lari berhamburan untuk menyelamatkan diri.

Kelompok itu menyandera sejumlah orang dan terlibat dalam ketegangan dengan polisi dan pasukan hingga Selasa (24 September), ketika Presiden Kenya Uhuru Kenyatta mengumumkan bahwa bentrokan telah berakhir dan sedikitnya 67 orang tewas.

Kenya, yang menjadi tempat tinggal banyak warga Somalia, dilanda gelombang serangan, terutama di Nairobi dan kota pelabuhan Mombasa, serta Garissa, setelah pasukan negara itu memasuki Somalia pada Oktober 2011 untuk menumpas kelompok gerilya garis keras Al-Shabaab, yang mereka tuduh bertanggung jawab atas penculikan dan serangan bom di dalam wilayah Kenya.

Pasukan Kenya menyerang pangkalan-pangkalan Al-Shabaab sejak dua tahun lalu dan kemudian bergabung dengan pasukan Uni Afrika berkekuatan 17.700 orang yang ditempatkan di Somalia.

Al-Shabaab yang bersekutu dengan Al-Qaida mengobarkan perang selama beberapa tahun ini dalam upaya menumbangkan pemerintah Somalia dukungan PBB. (MD/Ant)

Berita Terkait

BAGIKAN