Konflik Sektarian Tewaskan 7 Orang di Irak

Foto : en.wikipedia.org

Baghdad, Sayangi.com – Serangkaian serangan di Baghdad dan daerah-daerah lain di Irak tengah menewaskan tujuh orang, Jumat, kata sejumlah pejabat.

Dalam insiden paling mematikan, dua bom pinggir jalan meledak ketika jamaah pergi setelah melaksanakan sholat Jumat di Masjid Imam Ali, sebuah tempat ibadah Sunni, di daerah Amriyah, Baghdad barat.

Sedikitnya empat orang tewas dan 11 cedera, kata pejabat-pejabat keamanan dan medis.

Kekerasan di daerah sebelah utara Baghdad di provinsi-provinsi Diyala dan Salaheddin yang berpenduduk mayoritas Sunni menewaskan tiga orang.

Serangan-serangan itu terjadi tak lama setelah tahun baru Islam dan ketika warga Syiah berkumpul di kota suci Karbala, sebelah selatan Baghdad, untuk memperingati tokoh panutan mereka, dan pada masa itu biasanya militan Sunni melancarkan serangan terhadap sasaran-sasaran Syiah dan aparat keamanan.

Kekerasan di Irak telah mencapai tingkatan yang belum pernah terlihat sejak 2008, ketika negara itu mulai bangkit dari konflik sektarian mematikan pada 2006-2007 yang merenggut puluhan ribu jiwa.

Dengan kekerasan terakhir itu, lebih dari 5.450 orang tewas sejak awal tahun ini, menurut hitungan AFP yang berdasarkan atas sumber-sumber medis dan keamanan.

Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan-serangan tersebut, namun militan Sunni dan Al Qaida meningkatkan kekerasan tahun ini, khususnya terhadap aparat keamanan dan warga Syiah yang mereka anggap menyimpang dari ajaran Islam.

Hampir 900 orang sipil tewas di Irak pada September, menurut misi PBB di Irak.

Kekerasan Jumat itu merupakan yang terakhir dari gelombang pemboman dan serangan bunuh diri di tengah krisis politik antara Perdana Menteri Nuri al-Maliki dan mitra-mitra pemerintahnya dan pawai protes selama beberapa pekan yang menuntut pengunduran dirinya.

Lebih dari 800 orang tewas dalam serangan-serangan selama Agustus, yang telah menjadi salah satu bulan paling mematikan di Irak.

Berdasarkan data yang dihimpun PBB dan pemerintah Irak, Juli merupakan bulan paling mematikan dalam lima tahun dengan jumlah korban tewas lebih dari 1.000 orang.

Jumlah kematian akibat serangan-serangan di Irak telah mencapai ribuan orang sejak awal tahun ini.

Gelombang serangan di Irak meningkat sejak awal tahun ini, dan menurut laporan PBB, lebih dari 2.500 orang tewas dari April hingga Juni saja, jumlah tertinggi sejak 2008.

Jumlah kematian pada Maret mencapai 271, sementara sepanjang Februari, 220 orang tewas dalam kekerasan di Irak, menurut data AFP yang berdasarkan atas keterangan dari sumber-sumber keamanan dan medis.

Irak dilanda kemelut politik dan kekerasan yang menewaskan ribuan orang sejak pasukan AS menyelesaikan penarikan dari negara itu pada 18 Desember 2011, meninggalkan tanggung jawab keamanan kepada pasukan Irak.

Selain bermasalah dengan Kurdi, pemerintah Irak juga berselisih dengan kelompok Sunni.

Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki (Syiah) sejak Desember 2011 mengupayakan penangkapan Wakil Presiden Tareq al-Hashemi atas tuduhan terorisme dan berusaha memecat Deputi Perdana Menteri Saleh al-Mutlak. Keduanya adalah pemimpin Sunni. (MD/Ant)