OJK: Ada Produk Banci dalam Industri Keuangan Kita

Foto: Sayangi.com/Eman

Jakarta, Sayangi.com – Deputi Komunikasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dr. Djonier mengungkapkan adanya produk banci dari lembaga keuangan di negeri ini. Ia mencontohkan adanya lembaga yang menyelenggarakan asuransi sekaligus sebagai lembaga investasi. Kondisi itu kata dia, membuat OJK harus intens mengawasi.

“Masalah ini juga jadi alasan mengapa OJK perlu dibentuk,” kata Djonier dalam Dialog Publik Nasional dengan tema”Peran Otoritas Jasa Keuangan dalam Membangun Ekonomi Bangsa” di Aula gedung Serba Guna Universitas Islam Syeh Yusuf Tangerang, Rabu (13/11/2013).

Dalam dialog yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu sosial Politik Universitas Islam Syeh Yusuf Tangerang yang bekerjasama dengan Sayangi.com ini, Djonier juga mengungkapkan alasan lainnya yang menyebabkan perlunya dibentuk OJK. Menurutnya, di Indonesia, industri jasa keuangan sifatnya konglomerasi, dari hulu ke hilir dimiliki oleh satu keluarga.

“Itu membutuhkan pengawasan yang terintegrasi. Kalau pengawasannya parsial, akan ada yang mis. Nah sebagai contoh kita lihat kasus Bank Century. Di sinilah celah yang lemah dalam sistem pengawasan industri keuangan kita,” jelas dia.

Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PD saat memberi sambutan sekaligus membuka acara tersebut mengatakan bahwa OJK adalah lembaga baru yang berbagi peran dalam urusan keuangan. Dengan adanya OJK maka hal mengenai pengawasan keuangangan dibagi antara Bank Indonesia dengan OJK. DPR RI sebagai lembaga yang membuat UU tentang OJK kata dia, akan menjalankan fungsi pengawasan sebagaimana fungsi DPR.

Menurutnya, OJK sangat diperlukan, terutama dalam mengatisipasi timbulnya kejahatan dalam urusan keuangan non-Bank yang akhir-akhir ini cukup meresahkan.

“Kita tentu berharap dengan adanya OJK, masyarakat bisa lebih paham tentang lembaga pasar modal atau investasi yang ada dalam masyarakat,” ujar Linda.

Ketua Panitia Pelaksana Irwanto mengatakan, tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah membuka wawasan masyarakat dan mahasiswa tentang kedudukan dan peran OJK.

“Ini adalah lembaga baru yang masih masih awam bagi masyarakat kebanyakan sehingga kami terpanggil untuk mensosialisasikan,” ujar Irwanto.

Hal senada juga disampaikan Dekan Fakultas ISIP UNIS H.Yusmedi Yusuf,SH.,Msi. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi apa yang dibuat oleh anak-anak Fakultas ISIP. Ia menilai, kegiatan ini sangat positif dan sangat membantu masyarakat, bahkan mahasiswa untuk mengenal OJK lebih jauh.

“Kalau ada BEM lain cobalah ikuti BEM ISIP,” ujar H.Yusmedi yang disambut tepuk tangan meriah oleh peserta dialog. (MI)

Berita Terkait

BAGIKAN