Ini Dia Modus Perdagangan Perempuan

Foto : Istimewa

Bandarlampung, Sayangi.com – Menurut Sely Fitriani SH, Direktur Eksekutif Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR, kasus dialami Astuti, tenaga kerja Indonesia (TKI) buruh migran asal Bandarlampung merupakan gambaran utuh wajah kerentanan nasib buruh migran Indonesia khususnya di Lampung saat ini.

Sely juga menyatakan bahwa kondisi kemiskinan dan ketidaktahuan korban dimanfaatkan juga oleh Penyalur Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) atau sekarang dikenal dengan Perusahaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS), yaitu PT Profilindo Adhi Perdana ditengarai untuk mencari keuntungan yang lebih besar.

Dia mengungkapkan, berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan, apa yang dialami korban bukanlah hanya sebatas persoalan sebagai buruh migran semata melainkan terindikasi telah terjadi kasus perdagangan orang/manusia.

Ia menyebutkan, telah terjadi perekrutan, pengiriman, pemindahan, penampungan, dengan cara penipuan, kebohongan (pemalsuan identitas), penyalahgunaan kekuasaan, posisi rentan atau memberi dan menerima pembayaran atau memperoleh keuntungan agar dapat meperoleh persetujuan dari seseorang yang berkuasa atas orang lain, untuk tujuan eksploitasi.

Padahal, eksploitasi dalam bentuk-bentuk kerja atau pelayanan paksa, perbudakan atau praktik-praktik serupa merupakan perbudakan, katanya lagi.

Modus operandi yang digunakan untuk menjerat korban dengan cara bujuk rayu untuk menjadi pekerja rumah tangga/PRT/TKI di luar negeri, dengan jeratan utang dan menggunakan orang dekat dalam merekrut korban. (MD/Ant)