Khasiat Buah Petai : Obat Kanker, Cacing, Depresi, dll.

Foto : loveheaven07.blogspot.com

Jakarta, Sayangi.com – Aromanya yang menyengat, biasanya membuat orang –meskipun suka banget– gengsi untuk makan petai. Tapi sekarang hilangkan rasa gengsi itu. Pasalnya, petai memiliki banyak khasiat untuk melindungi tubuh manusia dari gempuran beragam penyakit.

Dalam wikipedia, petai atau sering juga disebut pete (Parkia speciosa) merupakan tumbuhan tropis dari suku polong-polongan (Fabaceae) dan anak suku petai-petaian (Mimosoidae). Tumbuhan ini tersebar liar di kepulauan nusantara bagian barat.

Orang Jawa dan Sumatera dikenal suka mengkonsumsi petai muda, baik mentah, digoreng maupun direbus. Bahkan di Jawa, petai china atau dikenal dengan nama kemlandingan sering dikonsumsi bersama kelapa muda menjadi makanan trancam atau botok. Ada pula masyarakat di Gunungkidul, Yogyakarta, menjadikannya tempe. Namanya tempe manding.

Mengutip hasil penelitian Institute of Health Sciences, Riset Biosains Swedia, petai ternyata menyehatkan. Tapi hal paling mengejutkan, buah yang mudah didapat di pasar-pasar tradisional Pulau Jawa dan Sumatera, terutama saat panen, terbukti mampu melawan semua jenis kanker.

Petai dianggap juga sebagai spektrum anti mikroba terhadap infeksi bakteri dan jamur, efektif terhadap parasit internal dan cacing, dapat mengatur tekanan darah yang terlalu tinggi dan berguna sebagai anti depresan, memerangi stres dan gugup.

Tidak itu saja, bahkan produsen obat terkemuka di dunia, menyatakan, setelah lebih dari 20 tes laboratorium yang dilakukan sejak tahun 1970, terungkap bahwa: Petai bisa menghancurkan sel-sel ganas sekitar 12 jenis kanker, termasuk kolon, payudara, prostat, paru-paru dan pankreas.

Senyawa yang dihasilkan buah ini menunjukkan 10.000 kali lebih baik dari produk adriamycin, obat kemoterapi yang biasa digunakan pasien kanker dĂ® dunia yang berfungsi memperlambat pertumbuhan sel kanker.

Kelebihan petai lainnya, kendati ekstrak buah petai mampu menghancurkan sel-sel kanker ganas namun tidak ikut-ikutan menghancurkan sel-sel yang masih sehat.

Manfaat Lainnya

Petai memiliki protein empat kali lebih banyak, karbohidrat dua kali lebih banyak, tiga kali lipat fosfor, lima kali lipat vitamin A dan zat besi, dan dua kali lipat jumlah vitamin dan mineral lainnya. Petai merupakan sumber energi yang baik, yaitu 142 kkal per 100 g biji.

Petai mengandung tiga macam gula alami, yaitu sukrosa, fruktosa, dan glukosa yang dikombinasikan dengan serat. Kombinasi itu mampu memberikan dorongan tenaga instan, tetapi cukup lama dan cukup besar efeknya.

Kandungan fosfor pada petai juga cukup baik, yaitu 115 mg per 100 g biji. Fosfor merupakan mineral kedua terbanyak setelah kalsium. Kurang lebih satu persen berat tubuh kita terdiri dari fosfor. DNA dan RNA di dalam tubuh kita terdiri dari fosfor dalam bentuk fosfat, demikian juga membran sel yang membantu menjaga permeabilitas sel. Sebagian besar fosfor diserap tubuh dalam bentuk anorganik, khususnya di bagian atas duodenum hingga 70 persen.

Petai juga mengandung vitamin C yang cukup tinggi, yaitu 46 mg per 100 g biji. Vitamin C sangat penting perannya dalam proses hidroksilasi asam amino prolin clan lisin, menjadi hidroksiprolin clan hidroksilisin. Perannya adalah dalam proses penyem­buhan luka serta daya tahan tubuh melawan infeksi dan stres. Rata-rata kebutuhan tubuh akan vitamin C adalah 75 mg per hari pada wanita dan 90 mg per hari. pada pria dewasa.

Kandungan vitamin A pada petai juga cukup baik, yaitu 200 IU per 100 g. Vitamin A berperan menjaga agar kornea mata selalu sehat. Mata yang normal biasanya mengeluarkan mukus, yaitu cairan lemak kental yang dikeluarkan sel epitel mukosa, sehingga membantu mencegah terjadinya infeksi. Namun, bila kekurangan vitamin A, sel epitel akan mengeluarkan keratin, yaitu protein yang tidak larut dalam air dan mukus.

Itulah sekelumit khasiat petai yang mestinya membuat kita bangga, tanaman khas asli nusantara potensial untuk menyelamatkan penderita kanker di seluruh dunia. (MD/dari berbagai sumber)

Berita Terkait

BAGIKAN