Pasca Topan Haiyan, Filipina Kekurangan Bantuan Pangan

Foto: yduoc.net.vn

Filipina, Sayangi.com – Pasca dilandai topan Haiyan, Filipina terpuruk. Negara dengan penduduk miskin ini menghadapi kekurangan logistik terburuk sepanjang masa. Sebanyak 11 juta orang terkena dampak Topa Haiyan. Sementara itu, daerah-daerah yang terkena dampak paling parah kini memasuki masa berbahaya karena tingginya potensi penyakit menular. Selain itu, kondisi yang buruk ini menyebabkan orang saling tikam dan kriminalitas meningkat karena orang butuh bertahan hidup.

Sekretaris Kabinet Rene Almendras mengatakan pemerintah kewalahan dengan dampak hebat topan Haiyan, yang menjadi salah satu topan paling kuat yang pernah tercatat sejarah.

Jumlah korban tewas yang diumumkan secara resmi adalah lebih dari 2.300, tetapi pejabat lokal dan pekerja dari lembaga bantuan mengatakan jumlah ini bisa bertambah signifikan karena masih dilakukan proses evakuasi.

Almendras mengatakan pemerintah telah bereaksi terhadapbencana ini dengan cukup baik. Namun, warga mengungkapkan kemarahan mereka terhadap pemerintah yang dianggap lamban menangani bantuan.

Wartawan BBC Jonathan Head di Tacloban (kota berpenduduk 220 ribu yang hancur di Pulau Leyte) mengatakan, upaya penyaluran bantuan lebih terorganisir sejak Rabu kemarin karena bantuan dunia mulai berdatangan.

Pesawat militer Amerika Serikat sampai di bandara rusak Tacloban, membawa bantuan dari Program Makanan Dunia, yang bisa dibawa dengan helikopter ke daerah-daerah yang terisolir. Rumah sakit lapangan yang dibuat oleh Prancis dan Belgia juga sudah didirikan.

Banyak orang telah meninggalkan Tacloban. Bagi sejumlah orang yang tetap berada di sana, ada perasaan panik dan ketakutan yang terus tumbuh. Pasalnya, tidak hanya persediaan makanan yang menipis, tetapi juga tidak ada sistem hukum dan keamanan lagi seiring lumpuhnya pemerintah daerah.

Pada Selasa kemarin, delapan orang tewas ketika sebuah tembok runtuh selagi ribuan korban selamat menyerbu gudang makanan.
Dan pada Rabu (13/11), ada laporan yang menyebutkan bahwa ada tembakan senapan terdengar di jalanan dan seorang pemuda ditikam di bagian perut.

Dengan gudang-gudang yang kosong, masalah utama warga Tacloban masih soal makanan dan minuman. Sejumlah warga terpaksa menggali pipa air untuk mencari persediaan.

Dalam kunjungannya di kota itu, Kepala Kemanusiaan PBB Valerie Amos mengatakan banyak bantuan masuk tetapi “prioritas utamanya adalah biarkan makanan dan minuman masuk dulu”. (FIT)