Naiknya BI Rate Ibarat Pedang Bermata Dua

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Keputusan Bank Indonesia (BI) menaikan suku bunga acuannya atau BI Rate sebesar 25 basis poin hingga mencapai 7,5 persen dinilai memberikan dampak positif maupun negatif terhadap perekonomian nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa menyatakan, keputusan pengambil kebijakan bidang moneter itu memberikan dampak positif maupun negatif terhadap dinamika perekonomian nasional saat ini. “Saya tidak akan mengomentari kebijakannya, karena itu merupakan otoritas BI sebagai pengambil kebijakan terkait moneter. Akan tetapi saya merasa ada positif dan negatifnya,” tuturnya saat ditemui Sayangi.com di Jakarta.

Hatta menjelaskan, dampak positif kenaikan suku bunga acuan BI ini yaitu pemerintah dapat lebih mengendalikan inflasi dan defisit pada neraca transaksi berjalan. “Positifnya itu kita bisa jaga inflasi. Current Account juga bisa terkendali,” tuturnya.

Namun Hatta juga menyatakan dampak negatif dari kebijakan BI itu akan mempengaruhi sektor riil, teristimewa usaha menengah ke bawah. Ini mengingat terbatasnya dana untuk para pelaku usaha dalam kelompok ini dalam melangsungkan usaha mereka. “Ini harus kita cegah. Saya tidak mau ada pelambatan di sektor riil. Kita harus menjaga (stabilitas) sektor riil ke depannya,” lanjutnya.

Untuk itu, pemerintah akan terus mengembangkan paket kebijakan yang telah digulirkan untuk menjaga stabilitas sektor riil dan beberapa sektor lain yang diyakini akan mendapat pengaruh dari kebijakan BI ini. Menurut dia, pemerintah sebagai pengambil kebijakan fiskal dan Bank Indonesia sebagai pengambil kebijakan moneter akan bergerak sesuai dengan bidangnya masing-masing dan akan bermuara pada tujuan yang sama, yakni mendorong pertumbuhan yang realistis. (MSR)

Berita Terkait

BAGIKAN