Cadangan Devisa Kita Setara Belanja dan Bayar Utang 5,5 Bulan

Ilustrasi foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Bank Indonesia (BI) mengumumkan, defisit transaksi berjalan pada Triwulan III tahun 2013 mencapai 8,4 miliar dolar AS (3,8% dari PDB), atau turun 1,5 miliar dolar AS dibandingkan dengan Triwulan II/2013 sebesar 9,9 miliar dollar AS (4,4% dari PDB).

“Kebijakan stabilisasi ekonomi domestik yang dilakukan Bank Indonesia dan Pemerintah secara bertahap telah memperbaiki kinerja transaksi berjalan,” demikian siaran pers Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Difi A. Johansyah. Menurut Difi, perbaikan kinerja transaksi berjalan tersebut terutama didukung oleh kenaikan surplus neraca perdagangan nonmigas seiring dengan penurunan impor nonmigas yang lebih tajam dibandingkan penurunan ekspor nonmigas, serta berkurangnya defisit neraca jasa dan pendapatan.

“Ekspor nonmigas meskipun secara nominal masih menurun karena belum pulihnya perkembangan harga dunia, namun volume ekspor mencatat pertumbuhan positif, terutama ditopang oleh pertumbuhan volume ekspor barang tambang, seperti batubara, bijih tembaga, nikel dan bauksit,” paparnya.

Adapun defisit neraca pendapatan juga menurun mengikuti jadwal pembayaran bunga utang luar negeri dan transfer keuntungan kepada investor asing. Di sisi lain, perbaikan kinerja neraca perdagangan nonmigas belum disertai dengan perbaikan kinerja neraca perdagangan migas. “Defisit neraca perdagangan migas masih meningkat dibandingkan Triwulan sebelumnya akibat kenaikan impor minyak yang terjadi pada bulan Agustus 2013,” ungkap Difi.

Transaksi modal dan finansial pada triwulan III-2013 mencatat surplus 4,9 miliar dolar AS, karena adanya arus masuk investasi langsung asing (PMA) yang meningkat menjadi 5,4 miliar dolar AS dibanding 4,7 miliar dolar AS pada Triwulan sebelumnya. Investasi portofolio asing tercatat positif seiring kembali masuknya aliran modal asing pada instrumen portofolio berdenominasi rupiah sebagai respons terhadap langkah BI meredam kenaikan inflasi.

Terkait Neraca Pembayaran Indonesia (NPI), Difi A. Joehansyah mengemukakan, meskipun pada Triwulan III-2013 terjadi perbaikan pada kinerja transaksi berjalan, namun berkurangnya surplus transaksi modal dan finansial pada periode yang sama menyebabkan defisit NPI pada Triwulan III-2013 tercatat sebesar 2,6 miliar dolar AS atau relatif sama dengan defisit pada Triwulan sebelumnya sebesar 2,5 miliar dolar AS.

Dengan perkembangan tersebut, lanjut Difi, cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2013 tercatat sebesar 95,7 miliar, namun kemudian meningkat 1,3 miliar menjadi 97,0 miliar pada akhir Oktober 2013. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan 5,5 bulan impor atau setara dengan 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah.

“Bank Indonesia memandang jumlah tersebut cukup aman untuk mendukung ketahanan sektor eksternal dan berada di atas standar kecukupan internasional,” jelas Difi.

Mengenai prediksi Triwulan IV-2013, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Difi A. Joehansyah mengatakan, proses pemulihan keseimbangan eksternal Indonesia diproyeksikan akan terus berlanjut seiring perbaikan kondisi ekonomi dan keuangan global di tengah trend perlambatan ekonomi domestik.

“Kinerja NPI diperkirakan terus membaik terutama ditopang oleh surplus transaksi modal dan finansial yang meningkat. Trend perbaikan transaksi berjalan juga diperkirakan terus berlanjut yang dipengaruhi oleh penurunan impor nonmigas dan berkurangnya defisit neraca jasa seiring melambatnya permintaan domestik,” terang Difi. (MSR)